WHO Peringatkan Ancaman Penyakit di Gaza

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 29 November 2023 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Penyakit bisa menimbulkan ancaman yang lebih besar terhadap kehidupan manusia dibandingkan pemboman di Gaza, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kepadatan penduduk dan kurangnya akses pada air minum bersih atau sistem sanitasi telah menyebabkan berkembangnya penyakit menular, terutama diare pada anak-anak, yang menurut WHO telah mencapai hampir 100 kali lipat dari tingkat normal.

“Pada akhirnya kita akan melihat lebih banyak orang meninggal karena penyakit dibandingkan dengan yang kita lihat akibat pemboman jika kita tidak mampu mengembalikan sistem kesehatan ini,” kata juru bicara WHO Margaret Harris dalam laporan kepada PBB di Jenewa, Selasa.

WHO mengatakan kekurangan pangan telah menambah risiko penyakit, sementara masyarakat semakin lemah karena kelaparan, sehingga menyebabkan mereka lebih rentan terhadap penyakit.

Masyarakat di Gaza juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pengobatan, karena terbatasnya staf medis dan kurangnya akses terhadap obat-obatan dan vaksinasi.

Gangguan dalam pengumpulan sampah dari tempat penampungan yang padat telah menambah kekhawatiran akan risiko penyakit.

Dalam menanggapi kondisi di Gaza, Organisasi Kesehatan Dunia telah menyerukan gencatan senjata, “mempertahankan akses bantuan ke Gaza,” “perlindungan warga sipil dan layanan kesehatan,” dan “penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional,” di platform media sosial X, sebelumnya bernama Twitter.

Israel menyatakan perang terhadap Hamas (yang oleh AS dinyatakan sebagai kelompok teror) setelah serangan mengejutkan mereka pada tanggal 7 Oktober di Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Dalam serangan itu, Hamas menyandera sekitar 240 orang. Kampanye Israel melawan militan Hamas telah menewaskan lebih dari 14.000 orang, menurut pejabat kesehatan Gaza. [lt/jm]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru