WHO Berjuang Pertahankan Aliran Pasokan ke Gaza

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 25 Oktober 2023 - 01:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pada Senin (23 Oktober), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan telah mengirimkan obat-obatan dan pasokan kebutuhan kesehatan ke empat rumah sakit di Gaza selatan dan ke Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.

Namun, kebutuhannya sangat besar, menurut petugas darurat WHO di penyeberangan Rafah dari Mesir, Husam Abuolwan. “Kami mengharapkan lebih banyak lagi karena kebutuhan di Gaza sangat besar. Kami berharap untuk menjaga perbatasan ini tetap terbuka untuk menyelamatkan nyawa,” komentarnya.

Hal senada disampaikan oleh Dr. Biyan Al-Fara yang bertugas sebagai penanggung jawab gudang di salah satu rumah sakit di Gaza, Kompleks Medis Nasser. Dia menyatakan bahwa pasokan yang mencapai daerah kantong tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

“Hari ini kami menerima banyak peralatan dari Organisasi Kesehatan Dunia yang terutama berkaitan dengan departemen anestesi dan operasi, dan jumlah ini dibandingkan dengan jumlah orang yang cedera dan jumlah pasien tidaklah cukup. Kami berharap insyaallah jumlah ini dapat ditingkatkan agar kami dapat terus memberikan pelayanan kepada pasien,” jelasnya.

Di sebuah rumah sakit di Gaza, direktur Kompleks Medis Nasser, Dr. Nahed Ubu Taima, mengatakan pasokan bahan bakar kini sangat penting karena dengan pemadaman listrik total, rumah sakit tersebut bergantung pada generator.

“Lembaga-lembaga kesehatan di Jalur Gaza sangat bergantung pada generator listrik untuk menghasilkan listrik dan mengoperasikan peralatan yang diperlukan untuk pasien dan orang-orang yang terluka. Sekarang terjadi pemadaman listrik total, dan kami sangat bergantung pada generator listrik,” kata Nahed.

Dr. Taima menambahkan bahwa keselamatan para pasien di instalasi perawatan intensif terutama sangat bergantung pada ketersediaan listrik. “Seperti semua orang tahu, instalasi perawatan intensif dan bedah mengoperasikan semua peralatan dengan listrik, dan jika bahan bakar habis, kami akan membuat pasien di instalasi perawatan intensif mengalami kematian yang tidak terhindarkan,” jelasnya.

Pengiriman bantuan kemanusiaan melalui Rafah dimulai pada hari Sabtu (21 Oktober) setelah perselisihan mengenai prosedur pemeriksaan bantuan dan pemboman di sisi perbatasan Gaza telah menyebabkan bahan-bahan bantuan terdampar di Mesir. [lt/ka]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru