Warga Palestina Sulit Mendapatkan Kebutuhan Dasar Sebelum Perang

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 3 November 2023 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Warga Palestina kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok seperti pangan dan tempat tinggal sebelum serangan mematikan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober, menurut jajak pendapat terbaru Gallup.

Sebanyak 40% warga Palestina yang disurvei antara Juli dan September mengatakan mereka kesulitan mendapatkan makanan dalam 12 bulan terakhir. Proporsi tertinggi terjadi di wilayah Gaza, di mana jumlahnya mencapai 57%, dibandingkan dengan 28% di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Dua puluh sembilan persen penduduk Gaza melaporkan bahwa mereka kesulitan mendapatkan tempat tinggal yang layak dalam 12 bulan terakhir, dan mencapai rekor tertinggi.

Gaza telah berada di bawah blokade Israel selama bertahun-tahun. PBB menyebut blokade itu sebagai tindakan ilegal dan “hukuman kolektif.”

Dalam survei Gallup itu, 53% warga Palestina yang tinggal di Gaza mengatakan bahwa mereka setiap hari merasa sangat stres, dibandingkan dengan 40% responden Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Lebih dari dua perlima responden di Gaza mengatakan mereka merasakan banyak kemarahan sehari sebelum mereka mengikuti survei tersebut. Jumlah itu merupakan persentase tertinggi sejak 2018, selama protes “Great March for Return,” di mana orang-orang Palestina menuntut diakhirinya blokade di Gaza dan hak bagi pengungsi Palestina untuk kembali. Pasukan Israel menewaskan hampir 200 orang dan melukai hampir 29.000 orang pada tahun setelah protes dimulai, menurut PBB.

Jajak pendapat Gallup juga menunjukkan kemarahan warga Palestina juga meningkat di Tepi Barat, setelah beberapa tahun mengalami penurunan. Persentase warga yang melaporkan kemarahan mencapai angka terendah yaitu 31% pada 2022, turun dari 42% pada 2017. Namun persentase itu naik menjadi 36% pada tahun ini.

Sebelum perang, para warga Palestina tidak melihat akan adanya harapan dan peluang bagi anak-anak mereka, terutama yang tinggal di Gaza. Berdasarkan jajak pendapat Gallup, hanya 28% penduduk yang menyatakan bahwa anak-anak mempunyai kesempatan untuk belajar dan tumbuh, dibandingkan dengan 36% penduduk di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Perang kali ini diperkirakan hanya akan meningkatkan kerentanan bagi warga Palestina, menurut Gallup. Lebih dari 9.000 warga Palestina telah tewas terbunuh di Gaza akibat serangan udara dan darat Israel, menurut kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas. Diperkirakan 40% dari korban tewas adalah anak-anak, menurut kelompok bantuan Save the Children.

Kekerasan juga meningkat di Tepi Barat, di mana pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 128 warga Palestina pada Rabu (1/11), menurut PBB.

Serangan Israel ini merupakan respons terhadap serangan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.400 warga Israel, sebagian besar warga sipil di rumah mereka. [ka/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru