Warga New York Kini Cemas dengan Masuknya Ribuan Migran

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 3 November 2023 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Selagi lebih dari 10.000 migran terus melakukan perjalanan ke Kota New York setiap bulannya, kecemasan muncul di kalangan penduduk mengenai kapasitas kota untuk menampung mereka.

Para pengunjuk rasa di kawasan Staten Island, New York City merayakan usulan pemblokiran tempat penampungan migran di lingkungan mereka.

Curtis Silwa adalah seorang aktivis dan Calon Walikota New York

“Saya pikir bahkan orang-orang yang berpikiran terbuka terhadap apa yang mereka sebut kedatangan migran, kini telah memahami bahwa itu merugikan kita,” tukasnya.

Walikota New York Eric Adams mengatakan kotanya telah menampung lebih dari 100.000 migran baru. Ia memperingatkan bahwa hal ini mungkin berdampak buruk bagi kota New York.

“Dan betapa beraninya ada orang yang mengatakan Kota New York tidak sedang mengalami krisis. Inilah bagian menyedihkan tentang itu. Ketika kami mendapat 10.000 migran sebulan, tidak tampak adanya penurunan (jumlah kedatangan migran). Krisis ini, dapat menghancur-kan kota kita,” ujarnya.

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Siena College, opini masyarakat New York terhadap kedatangan migran juga berubah.

Masing-masing 79% dari anggota Partai Demokrat, Partai Republik, dan dari Independen, semuanya mengatakan bahwa gelombang migran yang masuk baru-baru ini adalah masalah serius. Isu migran sangat mempengaruhi cara pemilih menilai presiden, katanya. [ps/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru