Warga China Berbondong-bondong Mudik untuk Merayakan Imlek

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 8 Februari 2024 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Di dalam sebuah kereta yang penuh dan sarat akan bingkisan berwarna merah tua yang dibawa untuk para kerabat tercinta, pekerja di bidang IT, Sun Jintao, pergi meninggalkan Beijing untuk merayakan libur Imlek bersama keluarganya untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.

Ratusan juta orang berangkat dari kota-kota besar di China pada minggu ini dalam tradisi migrasi tahunan terbesar di dunia. Para warga kembali ke kampung halamannya masing-masing untuk dapat makan bersama keluarga mereka di rumah, memberi penghormatan kepada para orang tua dan memohon berkat untuk Tahun Naga mendatang.

Kantor berita resmi China, Xinhua, mengatakan sekitar sembilan miliar perjalanan akan berlangsung di China selama libur festival musim semi tahun ini.

“Saya belum pulang untuk merayakan Imlek dalam tiga tahun terakhir,” kata Sun, 28, penduduk Beijing, kepada kantor berita AFP.

Tahun-tahun sebelumnya dibayangi oleh pandemi COVID-19, ujarnya, dan pembatasan terkait COVID yang ketat menjadikan perjalanan mudik ke kampung halaman sulit.

“Perjalanannya sedikit merepotkan,” jelas Sun yang hendak pergi ke Handan, tujuan akhir kereta yang ia naiki. Handan terletak di provinsi Hebei.

“Dan tahun lalu saya pergi ke rumah pasangan saya,” katanya. “Tahun ini saya harus pulang, betapapun sulitnya.”

Sejumlah penumpang yang kehabisan tiket tampak duduk di antara koper-koper besar dalam perjalanan tersebut. Tiket perjalanan di seluruh negara habis dengan cepat begitu dijual.

Bagi kebanyakan orang, libur Imlek adalah kesempatan langka untuk berhenti sejenak dari rutinitas pekerjaan, sebuah waktu beristirahat dari tekanan kehidupan di perkotaan.

Dong Hang, 18, yang berasal dari Handan, mengatakan kepada AFP bahwa ia harus pindah ke ibu kota untuk mendapatkan gaji yang lebih besar.

Ia bercerita bahwa dirinya bekerja dari jam empat sore hingga jam empat pagi selama enam hari di sebuah restoran barbeku.

“Beijing dianggap sebagai kota level teratas, sedangkan kampung halaman kami berada di level ketiga atau keempat di mana gaji bulanannya cukup kecil,” ujarnya sambil menghabiskan rokok yang ia hisap di area antar gerbong.

Namun minggu ini ia mengambil waktu libur yang telah ia dambakan.

“Ada kataa pepatah tua di China yang berbunyi: ‘Baik kaya maupun miskin, kita harus pulang ke rumah untuk merayakan Tahun Baru,’” ujarnya. “Sangat menyenangkan bisa membuat pangsit bersama dan makan malam dengan keluarga besar.” [jm/ka/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru