Warga Afghanistan yang Melarikan Diri dari Pakistan Kekurangan Air, Makanan, dan Tempat Berlindung

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 6 November 2023 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Warga Afghanistan yang melarikan diri dari Pakistan untuk menghindari penangkapan dan deportasi, kini tidur di tempat terbuka, tanpa tempat berteduh, makanan, air minum, dan toilet yang layak begitu mereka setelah melintasi perbatasan menuju tanah air mereka, kata sejumlah badan bantuan pada Minggu (5/11).

Ratusan ribu warga Afghanistan telah meninggalkan Pakistan dalam beberapa pekan terakhir ketika pihak berwenang mencari orang asing yang mereka katakan berada di negara itu secara ilegal, dengan mendatangi rumah-rumah untuk memeriksa dokumentasi migran. Pakistan menetapkan tanggal 31 Oktober sebagai batas waktu bagi para migran ilegal untuk meninggalkan negara itu atau mereka akan ditangkap sebagai bagian dari tindakan keras anti-migran.

Warga Afghanistan meninggalkan Pakistan melalui dua penyeberangan perbatasan utama, Torkham dan Chaman. Taliban telah mendirikan kamp-kamp tempat mereka tinggal di Afghanistan sementara mereka menunggu untuk dipindahkan ke tempat asal mereka di Afghanistan.

Sejumlah lembaga bantuan mengatakan Torkham tidak memiliki tempat berlindung yang layak. Akses pada air minum terbatas, tidak ada sumber pemanas selain api terbuka, tidak ada penerangan, dan tidak ada toilet. Di kamp-kamp itu hanya ada toilet terbuka dengan kebersihan yang buruk. Badan-badan PBB dan kelompok-kelompok bantuan menyiapkan fasilitas untuk menampung ribuan orang yang memasuki Afghanistan setiap hari.

Thamindri Da Silva dari organisasi bantuan dan pembangunan World Vision International, mengatakan sebagian besar orang dipindahkan ke dasar sungai yang kering setelah mereka melewati proses pendaftaran awal dan pemrosesan di pusat transit.

Orang-orang memasuki Afghanistan hanya dengan pakaian yang mereka pakai karena jam tangan, perhiasan dan uang tunai mereka diambil di perbatasan Pakistan, tambahnya.

Arshad Malik, direktur lembaga Save the Children di Afghanistan, mengatakan banyak dari mereka yang kembali ke Afghanistan tanpa dokumen pendidikan, sehingga menyulitkan mereka untuk melanjutkan pendidikan, serta banyak dari mereka yang tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Dari dan Pashto, bahasa lokal Afghanistan, karena mereka mempelajari bahasa Urdu dan Inggris selama berada di Pakistan.

Taliban mengatakan mereka memiliki komite dan bekerja “sepanjang waktu” untuk membantu warga Afghanistan dengan mendistribusikan makanan, air, dan selimut.

Paus Fransiskus dalam sambutan publiknya di Vatikan pada hari Minggu (5/11) mengecam situasi “pengungsi Afghanistan yang mencari perlindungan di Pakistan tetapi sekarang tidak tahu lagi ke mana harus pergi.”

Kekhawatiran meningkat di kalangan komunitas bantuan kemanusiaan karena negara miskin tersebut tidak mampu mendukung atau mengintegrasikan mereka yang terpaksa meninggalkan Pakistan. [lt/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru