Transpuan Katakan Paus Fransiskus Membuat Mereka Merasa ‘Lebih Dimanusiakan’

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 21 November 2023 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Sejumlah perempuan transgender di Italia duduk bersama dengan Paus Fransiskus untuk mengikuti jamuan makan siang.

Carla Segovia, salah satu di antaranya, mengaku sangat senang dapat hadir dalam acara tersebut.

Mereka bergabung dengan lebih dari 1.000 orang lainnya pada Hari Orang Miskin Sedunia yang diperingati oleh Gereja Katolik.

Jamuan itu merupakan sebuah undangan yang tampak hampir mustahil bagi komunitas LGBT hingga akhirnya gereja mengambil pendekatan baru yang dimulai pada saat terjadi krisis kesehatan global.

Paus yang berusia 86 tahun itu telah mencoba membuat Gereja bersikap lebih terbuka terhadap komunitas LGBT, tanpa mengubah ajarannya.

Pekan lalu, kantor doktrin Vatikan mengatakan, kaum transgender dapat menerima pembaptisan dan juga menjadi wali baptis.

Mereka juga dapat menjadi saksi dalam pernikahan keagamaan.

Segovia mengatakan semua perubahan itu menguatkannya.

“Saya rasa fakta bahwa Paus Fransiskus saat ini mengizinkan kami melakukan pembaptisan melalui undang-undang ini, atau mungkin merawat anak sahabat kita, atau teman yang meminta kami menjadi ayah atau ibu baptis, adalah sesuatu yang menjadikan kami kaum transgender merasa lebih dimanusiakan,” ujarnya.

Meskipun pendukung hak-hak LGBT di gereja menyambut baik perubahan itu, kaum konservatif justru mengecamnya.

Mereka menuduh Paus Fransiskus mengirimkan sinyal-sinyal yang membingungkan tentang moralitas seksual kepada umat beriman.

Para transpuan itu tinggal di kota pantai kumuh sekitar 32 kilometer di selatan Vatikan.

Pastor Andrea Conocchia (ketiga dari kiri) berbincang dengan para transpuan ketika mereka berada di Gereja Paroki Beata Vergine Immacolata di Torvaianica, Italia, pada 16 November 2023. (Foto: AP/Andrew Medichini)

Selama pandemi, ketika banyak orang kekurangan penghasilan, paroki setempat menghubungi kardinal yang mengelola badan amal Paus.

Selain berupa uang, kardinal juga memberikan bantuan berupa makanan dan vaksinasi.

Claudia Victoria Salas berasal dari Argentina dan adalah seorang mantan pekerja seks.

“Kami datang ke gereja Pastor Andrea untuk meminta bantuan. Sejak saat itu, Pastor Andrea selalu membantu kami, dia membukakan pintu, membawakan kami makanan, dari situlah persahabatan kami lahir.”

Yang ia maksud adalah pastor paroki itu: Pastor Andrea Conocchia, yang kerap ia panggil ‘Santo Andrea.’

Ia mengatakan, para transpuan itu sudah selayaknya “putri-putri tercinta” baginya.

Bantuan paroki semasa pandemi itu pada akhirnya berbuah undangan jamuan makan siang hari pada hari Minggu (19/11) lalu.

Conocchia juga hadir dalam acara tersebut. Ia tiba di lokasi dengan menumpangi bus bersama para transgender dan puluhan warga kurang mampu dari parokinya.

Di antara seluruh hadirin, Salas mendapat kesempatan duduk berhadapan dengan Paus.

Ia mengaku sangat bersyukur dan puas.

“Bagi saya jawabannya agak sulit, karena saya pikir kami sudah memiliki segalanya. Kami tidak bisa meminta lebih dari ini, karena berkat Paus Fransiskus kami memiliki segalanya, kami tidak boleh egois. Kami harus bersabar. Saya berusia 55 tahun, saya telah menunggu sepanjang hidup saya. Dan sekarang saya memiliki semua yang saya butuhkan,” pungkasnya. [rd/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru