Toko Roti Gaza Hancur, Warga Terpaksa Makan Daun Kaktus

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 29 Februari 2024 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Bangunan toko roti milik Kamel Ajour di Gaza yang hancur tinggal puing-puing dan besi-besi yang bengkok menjadi penjelasan mengapa warga Gaza yang kelaparan di bagian utara terpaksa mengonsumsi daun kaktus mentah setelah hampir lima bulan Israel terus memborbardir lokasi tersebut.

Roti berperan penting dalam menjalankan upaya yang mumpuni untuk mengatasi kelaparan yang dihadapi rakyat Palestina. Di Gaza utara, satu dari enam anak mengalami kekurangan gizi karena sebagian besar toko roti telah hancur akibat serangan Israel, dan pengiriman bahan baku tepung makin jarang.

“Kami memiliki lima toko roti. Toko roti ini dibom dan toko roti lainnya telah dirusak. Kami memiliki tiga toko roti yang mungkin bisa berfungsi,” kata Ajour dalam video yang diperoleh Reuters di kamp pengungsi Jabalia di Kota Gaza di utara wilayah kantong tersebut.

Sebuah derek tampak mengangkat perlengkapan dari puing-puing yang ingin diselamatkan oleh Ajour. Di antara barang-barang tersebut, terlihat oven dan nampan logam yang rusak teronggok di tengah-tengah reruntuhan itu.

Proposal gencatan senjata Israel yang sedang dipelajari oleh Hamas akan memungkinkan impor peralatan roti dan bahan bakar untuk dapat membuat roti kembali.

Relawan membagikan jatah sup miju-miju merah kepada pengungsi Palestina di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 18 Februari 2024. (Foto: AFP)

“Yang paling penting adalah adanya gencatan senjata dan toko roti berfungsi kembali sehingga kami dapat menemukan sesuatu untuk dimakan, dan untuk anak-anak kami, orang-orang yang kami cintai, keluarga kami,” kata Basel Khairuldeen di Kota Gaza.

Ketika toko roti hancur atau tidak dapat beroperasi karena kekurangan bahan bakar, masyarakat terpaksa memanggang roti dari kayu yang diambil dari reruntuhan bangunan.

Tepung menjadi benda yang langka, seringkali sulit ditemukan meski dalam jumlah kecil, atau kalaupun ada harganya terlalu mahal. Hal tersebut mendorong masyarakat membuat roti dari pakan ternak dan biji burung. Banyak yang menyatakan bahwa mereka yang hanya memperbolehkan makan maksimal makan satu kali dalam sehari.

Duduk di dekat rumah yang masih utuh di Jabalia, keluarga Awadeya menyantap daun kaktus pir berduri untuk mengusir rasa lapar.

Walaupun buah kaktus pir berduri umumnya dimakan di wilayah sekitar Mediterania, daunnya yang tebal dan berotot biasanya hanya dikonsumsi oleh hewan setelah dihaluskan sebagai makanan mereka.

Marwan al-Awadeya duduk di kursi roda, mengupas duri dan mengiris potongan kaktus untuk dirinya dan dua anak kecil dalam video yang diperoleh Reuters.

“Kami hidup dalam kelaparan. Kami telah menghabiskan segalanya. Tidak ada lagi yang bisa dimakan,” katanya, seraya menambahkan bahwa bobotnya susut 30 kg karena kelaparan selama konflik.

Suplai Bantuan

Meskipun bantuan terus diberikan ke bagian selatan Jalur Gaza, tetapi prosesnya terlalu lambat untuk mengatasi krisis kelaparan yang terjadi di sana. Wilayah utara, yang jauh dari perbatasan utama, hampir tidak menerima bantuan tersebut, karena sulit dijangkau dan harus melewati medan pertempuran yang lebih intens.

Pada Selasa (27/2), badan kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan seperempat penduduk Gaza berada selangkah lagi menuju kelaparan. Mereka memperingatkan bahwa bencana semacam itu “hampir tidak dapat dihindari” jika tidak ada tindakan yang diambil.

Israel mengatakan tidak ada batasan jumlah bantuan kemanusiaan untuk warga sipil di Gaza.

Namun, OCHA mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa lembaga bantuan menghadapi “hambatan besar” termasuk pembatasan pergerakan, penutupan penyeberangan, penolakan akses dan prosedur pemeriksaan yang berat.

Pada hari Rabu, militer Israel yang bertugas mengkoordinasikan transfer bantuan, yaitu COGAT, mengumumkan bahwa 31 truk telah mencapai Gaza utara semalam. Namun, mereka tidak memiliki informasi terperinci mengenai bagaimana distribusi bantuan tersebut dilakukan, dan menyatakan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab PBB.

Seorang perempuan Palestina membuat roti sementara anak-anak duduk di sebelahnya, sementara penduduk Gaza menghadapi krisis kelaparan dan melonjaknya kekurangan gizi, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 24 Januari 2024. (Foto: REUTERS/Arafat Barbakh)

Seorang perempuan Palestina membuat roti sementara anak-anak duduk di sebelahnya, sementara penduduk Gaza menghadapi krisis kelaparan dan melonjaknya kekurangan gizi, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 24 Januari 2024. (Foto: REUTERS/Arafat Barbakh)

Badan kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan PBB tidak terlibat dalam konvoi pada Selasa malam itu dan bahwa militer Israel mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi operasi kemanusiaan di Gaza.

Israel mengatakan kegagalan memberikan bantuan yang cukup ke Gaza untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan disebabkan oleh kegagalan distribusi PBB.

Pengiriman bantuan ke Gaza utara berlangsung kacau. Konvoi truk sering kali dikerumuni oleh orang-orang yang putus asa ketika tiba di sana.

Di Kota Gaza, Ummu Ibrahim mengatakan dia hanya berharap gencatan senjata bisa disepakati dan makanan mulai mengalir kembali ke Gaza utara.

“Anda bisa melihat bagaimana orang-orang kelaparan, sekarat karena kelaparan dan kehausan,” katanya. [ah/ft]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru