Tiktoker Bereaksi Atas Hilangnya Sejumlah Musik Latar

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 2 Februari 2024 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Jutaan video kehilangan musik latarnya pada Kamis (1/2) di TikTok, menyusul perselisihan kontrak aplikasi itu dengan Universal Music Group (UMG), yang melisensikan musiknya ke platform hosting video popular tersebut. Kontrak itu berakhir pada 31 Januari.

Menurut surat terbuka yang dipublikasikan di laman resminya pada 30 Januari, UMG menjelaskan bahwa mereka menghapus musiknya dari TikTok, karena kurangnya kompensasi yang sesuai untuk karya artis dan “penulis lagu”, kegagalan melindungi artis dari dampak kecerdasan buatan, dan kurangnya upaya untuk melindungi pengguna secara daring.

Keputusan tersebut berarti lagu-lagu dari artis populer seperti Bad Bunny, Taylor Swift, Adele, dan Drake akan dibisukan di platform ini dalam beberapa hari mendatang.

UMG menulis bahwa TikTok mengusulkan untuk membayar artis dan penulis lagunya “dengan tarif yang lebih kecil dari tariff” yang dibayar oleh platform serupa, dan bahwa TikTok menyumbang 1 persen dari total pendapatannya.

Logo aplikasi TikTok pada 22 Agustus 2022. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

Saat berupaya mengatasi persoalan ini dengan TikTok, UMG mengatakan bahwa TikTok merespons “pertama dengan ketidakpedulian, dan kemudian intimidasi,” dengan menghapus artis-

artis pendatang baru dari platform tersebut, sambil tetap menggunakan musik dari artis-artis yang lebih populer.

TikTok menanggapi surat terbuka UMG, dengan mengatakan bahwa UMG “mengutamakan keserakahan mereka di atas kepentingan artis dan penulis lagunya,” dan bahwa TikTok telah mencapai “kesepakatan yang mengutamakan artis dengan label dan penerbit lain”.

Sejak lagu-lagu tersebut dihapus dari TikTok, perubahan terlihat di aplikasi tersebut. Banyak profil kini dipenuhi dengan video tanpa suara, dan artis yang pernah menggunakan platform tersebut untuk mempromosikan musiknya, harus mencari cara alternatif.

Noah Kahan, artis yang sering mempromosikan musiknya di TikTok, mengimbau para penggemarnya untuk melakukan pre-save lagu mendatangnya.

“Aku mungkin akan baik-baik saja, kan? Aku tetap bisa sukses, kan?” dia bertanya kepada penggemarnya dalam video TikTok terbaru.

Pembuat konten lain di TikTok mengetahui perubahan tersebut, dan banyak yang mengungkapkan kekecewaannya, melihat begitu banyak video yang dibisukan dan pilihan musik yang lebih terbatas untuk dipilih.

Savannah DeLullo, pembuat konten di TikTok dengan nama pengguna dailyxsav, mengatakan pada Kamis bahwa meskipun pembuat konten tidak akan dapat menggunakan lagu-lagu dari artis seperti Swift di masa mendatang, beberapa video sebelumnya yang menggunakan musik Swift belum dibisukan.

“Mudah-mudahan tetap sama, dan selama bertahun-tahun video yang menggunakan musik Taylor Swift dan musik artis UMG lainnya tidak dibisukan,” ujarnya. “Aku seperti tidak percaya terhadap ini semua.”

Menurut The New York Times, perselisihan kontrak ini sering terjadi di platform-platform besar, dan perselisihan di masa lalu biasanya bisa diselesaikan setelah beberapa waktu.

Para ahli mengatakan, penghapusan musik UMG tidak akan bertahan selamanya. Eksekutif musik Ted Cockle mengatakan, keputusan ini adalah “kebuntuan teatrikal yang luar biasa antara dua perusahaan besar” yang ingin “menegaskan otoritas mereka atas lansekap tersebut.”

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru