Taliban Serukan Lebih Banyak Waktu bagi Warga Afghanistan untuk Tinggalkan Pakistan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 1 November 2023 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pemerintahan Taliban di Afghanistan telah mendesak Pakistan untuk memberikan lebih banyak waktu bagi warga Afghanistan yang tidak memiliki dokumen di negara itu untuk pergi ketika tekanan meningkat di pos-pos perbatasan yang dipenuhi oleh ribuan orang yang terpaksa hengkang untuk menghindari ancaman deportasi.

Islamabad telah memberi waktu bagi 1,7 juta warga Afghanistan yang dikatakan tinggal secara ilegal di negara itu hingga tanggal 1 November untuk pergi secara sukarela atau diusir secara paksa.

Lebih dari 130.000 orang telah meninggalkan Pakistan sejak perintah tersebut dikeluarkan pada awal Oktober, menurut sejumlah pejabat perbatasan di kota Torkham dan Chaman, sehingga menimbulkan kemacetan di kedua sisi penyeberangan.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam (31/10), otoritas Taliban berterima kasih kepada Pakistan dan negara-negara lain yang telah menampung jutaan warga Afghanistan yang meninggalkan negara mereka selama konflik puluhan tahun, namun “meminta mereka untuk tidak mendeportasi warga Afghanistan secara paksa tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, namun memberi mereka waktu untuk bersiap”.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021, pemerintah Taliban telah mendesak warga Afghanistan untuk kembali ke rumah mereka, tetapi juga mengutuk tindakan Pakistan, dengan mengatakan bahwa warga negaranya dihukum karena ketegangan antara Islamabad dan Kabul, dan menyerukan agar orang-orang Afghanistan diberi lebih banyak waktu untuk meninggalkan Pakistan. [ab/uh]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru