Taliban Izinkan Perempuan Kuliah di Institut Kesehatan Milik Pemerintah

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Taliban dilaporkan memberikan izin kepada perempuan lulusan SMA di Afghanistan, untuk mendaftar di institut kesehatan milik pemerintah untuk tahun ajaran baru yang akan dimulai pada Maret.

Proses pendaftaran telah dimulai di lebih dari selusin provinsi di Afghanistan, mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan Masyarakat di Kabul. Hal ini disampaikan kantor berita resmi yang dikelola Taliban, Bakhtar News Agency pada Selasa (20/2). Pernyataan ini tidak memberikan informasi lebih jauh.

Belum ada komentar segera dari otoritas de fakto Afghanistan terkait arahan dari kementerian yang diumumkan ini.

Taliban melarang pendidikan bagi anak perempuan di atas kelas enam dan juga melarang perempuan bekerja di sektor publik dan swasta, sejak merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021.

Arahan Kementerian Kesehatan yang diumumkan ini bisa menjadi tanda yang melegakan bagi anak-anak perempuan yang lulus sebelum pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar karir di sektor kesehatan, satu dari sejumlah kecil area di mana perempuan masih diizinkan untuk bekerja.

Perempuan, guru dan siswa berdemonstrasi menuntut hak-hak mereka dan kesetaraan pendidikan bagi perempuan dan anak perempuan, dalam pertemuan Hari Guru Nasional, di Kabul, Afghanistan, Selasa, 5 Oktober 2021. (AP Photo/Rahmat Gul )

Kelompok donor mengatakan pembatasan dalam pendidikan dan dunia kerja perempuan telah merugikan sektor kesehatan Afghanistan yang telah rapuh, karena negara ini bahkan tidak menghasilkan seorang dokterpun selama lebih satu tahun.

PBB berkali-kali memperingatkan bahwa Afghanistan menghadapi kekurangan pekerja kesehatan yang memenuhi syarat secara umum dan khususnya di kalangan perempuan.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengulangi pesannya pada Selasa, bahwa Taliban harus menghapus “larangan kebablasan bagi anak-anak perempuan” untuk mengakses pendidikan dan larangan pekerjaan bagi perempuan.

“Perempuan dan anak perempuan harus mampu berpartisipasi secara penuh dan bermakna dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Afghanistan dari bangku-bangku sekolah hingga meja-meja pejabat di mana keputusan-keputusan dibuat,” cuit Guterres di akun X.

Dia menyampaikan pernyataan itu sehari setelah menjadi tuan rumah konferensi internasional di Qatar, di mana utusan dari 25 negara, seperti Uni Eropa, organisasi kerja sama Islam, dan organisasi kerja sama Shanghai, mendiskusikan hubungan mereka dengan otoritas penguasa de fakto Afghanistan, yaitu Taliban.

Guterres menekankan bahwa kebutuhan pendidikan bagi anak perempuan ketika memberikan penjelasan kepada para jurnalis terkait hasil konferensi itu di Doha, ibu kota Qatar. Dia mengatakan, akan menjadi sesuatu “yang tidak dapat dibayangkan” bagi dirinya, jika tiga cucu perempuannya tidak dapat mengakses sekolah menengah dan tidak bisa melanjutkan pendidikan di universitas.

“Saya ingin semua cucu perempuan dan anak perempuan di Afghanistan menikmati hak serupa dengan cucu-cucu perempuan saya yang diharapkan bisa mereka nikmati di negara saya,” kata Guterres.

Dalam sebuah laporan bulan ini, Human Rights Watch memperingatkan bahwa penurunan tajam bantuan keuangan asing dan pembangunan teknis telah sangat merusak sistem kesehatan di Afghanistan. Lembaga pengawasan berbasis di AS itu mengatakan bahwa pembatasan yang dikenakan Taliban terhadap sektor kerja bagi perempuan telah menyulut krisis.

“Perempuan telah dilarang dari mayoritas pekerjaan layanan umum, dari pekerjaan dengan organisasi non-pemerintah dan PBB, kecuali untuk posisi-posisi khusus dalam layanan kesehatan dan pendidikan, dan dari sejumlah pekerjaan di sektor swasta,” kata laporan itu.

Laporan itu juga mencatat bahwa pembatasan terhadap perempuan dan anak perempuan telah “menghambat dengan serius” akses mereka terhadap layanan kesehatan dan menghalangi hampir semua pelatihan bagi pekerja layanan kesehatan perempuan masa depan di Afghanistan. [ns/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru