Spesies Baru Anakonda Ditemukan di Hutan Amazon

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 2 Maret 2024 - 01:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Tim ilmuwan dari Universitas Queensland menemukan ular itu sewaktu membantu persiapan syuting serial baru dokumentasi perjalanan National Geographic, “Pole to Pole with Will Smith in Ecuador”.

Menurut rilis dari perguruan tinggi Australia itu, spesies baru anakonda tersebut ditemukan di wilayah Baihuaeri Waorani, Bameno, Ekuador, tepatnya di bentangan Hutan Amazon di negara Amerika Selatan itu. Tim ilmuwan sepakat menyebut anakonda hijau utara itu dengan nama latin Eunectes akayima.

Profesor Bryan Fry dari Universitas Queensland, yang memimpin ekspedisi ilmiah National Geographic, menyampaikan dalam rilisnya bahwa sekelompok pemburu asli Waorani mengundang timnya dalam ekspedisi yang mengarah pada temuan tersebut.

“Ular itu adalah ular yang sangat besar. Agak sulit untuk mengukur panjangnya, tapi pastinya lebih dari enam meter. Saya pikir untuk menyebutnya delapan meter mungkin sedikit berlebihan tapi ini jelas merupakan salah satu anakonda terbesar yang pernah terekam video,” jelasnya.

Temuan Universitas Queensland ini sebetulnya bagian dari penelitian yang lebih luas yang dilakukan oleh Fry dan Profesor Belanda Freek J. Vonk mengenai dampak tumpahan minyak di Taman Nasional Yasuni, yang berada dalam kawasan Amazon di Ekuador. Dalam penelitian besar itu, mereka mengumpulkan berbagai spesies anakonda di sembilan negara di mana hutan Amazon terbentang.

Tadinya para ilmuwan meyakini bahwa hanya ada satu spesies anakonda hijau di alam liar saat ini, yaitu Eunectes murinus. Namun, temuan baru ini membuktikan bahwa ada anakonda hijau yang lain yang spesiesnya berbeda, yakni Eunectes akiyama. Kedua spesies itu sepintas mirip satu sama lain, namun sesungguhnya memiliki perbedaan genetik sebesar 5,5 persen.

“Kedua spesies tersebut berpisah satu sama lain hampir 10 juta tahun lalu, yang tentu saja merupakan periode waktu yang sangat lama bagi mereka. Namun yang paling menakjubkan adalah, meskipun ada perbedaan genetik, dan meskipun telah terpisah cukup lama, kedua hewan tersebut benar-benar identik,” imbuhnya.

Fry menjelaskan, populasi anakonda di Amazon menurun sehubungan perubahan pola curah hujan dalam beberapa bulan terakhir. Kekeringan yang melanda Amazon membuat hewan raksasa ini sulit bertahan hidup. Menurut Fry, semakin besar ukuran hewan, semakin besar kebutuhannya akan air. [ab/ka]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru