Skema Dana Bencana Iklim Disetujui pada Pembukaan COP28

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 1 Desember 2023 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

KTT Iklim PBB tahun ini, yang disebut COP28, meraih kemenangan awal hari Kamis (30/11) setelah seluruh delegasi mengadopasi skema pendanaan baru yang akan membantu negara-negara rentan mengatasi dampak bencana yang disebabkan oleh faktor iklim.

Kesepakatan itu diadopsi setelah upacara pembukaan COP28 di Dubai, menyusul negosiasi yang sudah dilakukan selama berbulan-bulan.

Meski demikian, sejumlah kelompok berhati-hati, mengingat masih ada isu-isu yang belum dipecahkan, termasuk bagaimana dana itu akan dibiayai ke depannya.

Sumbangan Uni Emirat Arab sebesar $100 juta dan sumbangan negara-negara lainnya, jika ditotalkan, seditiknya mencapai $300 juta.

Jerman menjanjikan $100 juta, sementara AS sebesar $17,5 juta. Harapannya, jumlah total kontribusi seluruh negara cukup besar.

Terobosan awal mengenai dana bencana iklim yang sudah dituntut oleh negara-negara miskin selama bertahun-tahun itu dapat membantu mendorong kompromi-kompromi lainnya.

Sebelumnya, Presiden COP28, Sultan al-Jaber – yang juga CEO dari perusahaan minyak negara UEA – membuka KTT itu dengan mendesak negara-negara dan perusahaan-perusahaan bahan bakar fosil untuk bekerja sama mencapai tujuan iklim global.

Al-Jaber ingin menyampaikan pesan dengan nada perdamaian setelah menerima kritik selama berbulan-bulan terkait penunjukkannya sebagai ketua COP28.

“Biar sejarah yang mencerminkan fakta bahwa ini adalah presidensi yang membuat pilihan berani untuk terlibat secara proaktif dengan perusahaan-perusahaan minyak dan gas. Kami sudah banyak melakukan diskusi yang sulit, yang tidak mudah, tapi kini perusahaan-perusahaan ini berkomitmen untuk menghasilkan nol emisi metana pada 2030 untuk pertama kalinya.”

“Dan sekarang banyak perusahaan minyak negara yang mengadopsi target nol bersih pada 2050 untuk pertama kalinya dan saya bersyukur mereka telah mengambil langkah untuk ikut serta dalam perubahan ini. Dan saya harus mengatakan bahwa ini saja belum cukup, dan saya tahu mereka bisa berbuat lebih.”

Selama dua minggu ke depan, pemerintah berbagai negara juga akan memperdebatkan apakah mereka akan bersepakat menghapus secara bertahap penggunaan batu bara, minyak dan gas penghasil CO2 di seluruh dunia, yang merupakan sumber utama emisi.

Agenda lainnya adalah apa yang disebut sebagai “inventarisasi global.”

Dalam agenda tersebut, negara-negara di dunia akan menilai kemajuan mereka dalam mencapai tujuan iklim global.

Tujuan utama yang dimaksud adalah yang tertuang dalam Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 2 derajat Celsius. [rd/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru