Setelah Serangan Hamas, Komentar Antisemitisme Membanjiri Ranah Internet China

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 12 Oktober 2023 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pernyataan antisemitisme, atau anti-Yahudi, telah membanjiri platform daring China yang disensor ketat dan akun media sosial China milik pemerintah Israel, sejak serangan Hamas terhadap Israel pada Sabtu (7/10) lalu.

Sejumlah komentator online dan warganet China, dengan cepat mendukung Gaza setelah serangan Hamas yang dimulai pada tanggal 7 Oktober lalu. Mereka menuduh Israel menindas warga Palestina selama puluhan tahun dan mengatakan, Israel pantas menerima serangan tersebut.

“Pada masa lalu, Jerman membantai Anda. Kini, Anda menganiaya orang-orang Palestina. Di dunia ini, jangan memojokkan orang lain secara paksa karena [itu sama dengan] Anda akan menggali liang kubur Anda sendiri,” tulis Ziwu Xiashi, salah seorang komentator nasionalis terbesar dengan 1 juta pengikut di Weibo, platform milik China yang setara dengan X, yang semula dikenal dengan Twitter.

Meskipun pemerintah China telah meminta kedua belah pihak untuk mengakhiri permusuhan dan mengutuk “semua kekerasan dan serangan terhadap warga sipil,” Beijing telah lama menjadi sahabat perjuangan Palestina.

China mengakui Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 1964 dan kedaulatan Palestina pada tahun 1988, sebelum menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Otoritas Palestina pada tahun 1989. Dan dalam kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi pada tahun 2022, Presiden China Xi Jinping menyuarakan rasa frustrasinya atas “ketidakadilan sejarah” yang diderita oleh Palestina. Xi menyatakan dukungan China terhadap pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

“Tidak mungkin melanjutkan ketidakadilan historis yang diderita oleh orang-orang Palestina,” kata presiden China itu pada pembukaan KTT Kerja Sama dan Pembangunan Riyadh-Teluk-China di Arab Saudi.

Setelah serangan Hamas berlangsung, media resmi pemerintah China menyalahkan AS, karena tidak berperan konstruktif dalam meredakan ketegangan.

Di ranah internet China, sejumlah komentator nasionalis dan warganet telah memusatkan kemarahan mereka pada warga Yahudi, yang dipercaya oleh banyak warganet sebagai penanda dari sikap pemerintah China pada konflik yang saat in berlangsung. Sebuah unggahan menyebutkan, “Berdasarkan trending topic yang muncul, sekarang saya tahu bagaimana negara kita bersikap.”

“Orang-orang Yahudi selalu berbicara soal bagaimans perlakuan buruk yang mereka terima selama Perang Dunia II dan selama sejarah [berlangsung]. Namun, Anda tidak bisa bertanya mengapa. Karena jika Anda mempertanyakan hal itu, Anda akan dicap sebagai rasis atau dianggap iri terhadap kekayaan mereka,” ujar salah satu pengguna Weibo dengan nama Zhang Tiegen. Unggahannya itu lalu mendapatkan lebih dari 2.000 likes. “Sebenarnya sebelum Holocaust pada Perang Dunia II, reputasi orang Yahudi jatuh menurun di seluruh Eropa.”

“Kemana pun orang Yahudi pergi, mereka selalu dibunuh. Ada alasan mengapa hal itu terjadi. Anda hanya mencintai orang Yahudi ketika mereka tidak berada di sekitarmu,” tulis seorang komentator online bernama Vincent. [ps/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru