Sekjen PBB: Situasi HAM Dunia Memburuk

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Februari 2024 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pada sesi pembukaan, PBB Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, “Hak asasi manusia (HAM) adalah landasan perdamaian. Saat ini, keduanya sedang diserang. Kita bertemu di saat terjadi gejolak bagi dunia kita, bagi manusia, dan bagi hak asasi manusia.”

Guterres menyatakan bahwa krisis HAM semakin memburuk dan dunia menjadi tidak aman setiap harinya.

Hal ini diakibatkan oleh banyaknya kasus pelanggaran HAM oleh pihak-pihak yang sedang berkonflik. Tingginya persoalan HAM dalam lingkup yang lebih lokal juga menjadi sorotan; mulai dari ujaran kebencian, diskriminasi sosial dan retorika kasar, hingga konflik terhadap kemiskinan dan lingkungan.

Guterres menjelaskan bahwa dunia kini memasuki era multipolaritas, tetapi hal ini justru menjadi sebuah kesempatan baru untuk “kepemimpinan dan keadilan di pangggung internasional.”

“Multipolaritas tanpa lembaga multilateral yang kuat adalah resep kekacauan, karena ketegangan semakin meningkat seiring persaingan kekuatan. Aturan dan supremasi hukum kini sedang dirusak,” ujarnya.

Pernyataan Sekjen PBB itu disampaikan dalam sesi terakhir pembukaan sidang ke-55 Dewan HAM PBB yang digelar di Jenewa Swiss hari Senin (26/2). Sidang itu akan berlangsung selama enam pekan ke depan seiring meningkatnya krisis HAM secara global.

Selain Guterres, sejumlah perwakilan negara anggota Dewan HAM PBB juga menyuarakan persoalan serupa.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyatakan bahwa HAM itu di mana-mana sama dan tidak bergantung pada lokasi geografis.

“Saya ingin tegaskan kepada mereka yang menganggap bahwa menunjukkan pelanggaran HAM adalah campur tangan urusan dalam negeri. Hak asasi manusia bukan persoalan Barat, Utara, Timur atau Selatan; HAM bersifat universal. Mereka tidak dibatasi arah mata angin. HAM tidak bisa dipisahkan,” ujar Baerbock.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan Al Saud menegaskan perlunya untuk segera menghentikan peperangan di Gaza, berikut proses pendamaian secara jelas dan sah yang melibatkan semua pihak.

Pangeran Faisal pun mengajak untuk menerapkan Resolusi 27-20 Dewan Keamanan PBB agar bantuan dapat masuk ke Gaza, serta mengingatkan hak warga Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri serta sebuah negara yang merdeka.

“Bagaimana kita bisa membicarakan hal ini sementara Gaza diliputi puing-puing? Bagaimana mungkin kita menutup mata sementara warga Gaza terusir dan menjadi sasaran pelanggaran HAM yang paling buruk?” sebutnya.

Selain kasus pelanggaran HAM di Gaza, kasus lain yang menjadi sorotan saat ini di antaranya adalah konflik di Kongo, Myanmar, Ukraina dan Sudan.

Kematian pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny ketika dalam penjara di bawah rezim Presiden Rusia Vladimir Putin juga menjadi perhatian Dewan HAM PBB saat ini, mengingat Rusia adalah anggota permanen dewan keamanan lembaga dunia itu.

Terkait persoalan-persoalan ini, Ketua HAM PBB Volker Türk mengatakan bahwa ada upaya untuk mendelegitimasi pekerjaan PBB dan kredibilitas lembaga itu sendiri beserta institusi terkait lainnya.

PBB disebutnya menjadi “penangkal propaganda manipulatif dan menjadi kambing hitam atas kegagalan kebijakan.” [ti/jm]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru