Pesan Bidan untuk Orang Tua Baru di Inggris: ASI Tetap yang Terbaik

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 16 Maret 2024 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Zoe Watson adalah bidan sekaligus aktivis gerakan pemberian ASI. Dalam the London Baby Show, sebuah pameran produk bayi dan ibu hamil beberapa waktu lalu, ia menjadi pembicara dan juga berbicara kepada pengunjung tentang manfaat pemberian ASI dan solusi praktis untuk melakukannya selama masa pertumbuhan bayi. Di sela-sela acara itu, ia menyempatkan diri memberikan ASI bagi bayinya Nellie.

Menurut panduan yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), para ibu dianjurkan untuk memberi ASI dalam enam bulan pertama usia bayi mereka dan melanjutkan pemberiannya hingga usia 24 bulan untuk melengkapi makanan padat.

Manfaat kesehatan menyusui telah diteliti secara luas, di antaranya dapat mengurangi tingkat asma, obesitas dan diabetes.

Sebuah hasil studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal memperlihatkan jumlah ibu menyusui di Wales yang melahirkan antara tahun 2018 dan 2021 meningkat dari 16.6 persen menjadi 20.5 persen pada tahun 2020, yaitu ketika negara tersebut menjalankan penutupan atau lockdown akibat virus corona.

ILUSTRASI – Sebuah hasil studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal memperlihatkan jumlah ibu menyusui di Wales yang melahirkan antara tahun 2018 dan 2021 meningkat dari 16.6 persen menjadi 20.5 persen pada tahun 2020.

Watson mengatakan, “Saya tahu ada masa-masa susu formula bayi langka selama pandemi. Jadi mungkin para orang tua memikirkan hal tersebut dan jika mereka sedang hamil, mereka akan mencoba mengatasinya dengan pemberian ASI karena berpikir masalah itu juga dapat mereka alami. Selain itu, banyak dari kita yang lebih banyak tinggal di rumah. Jadi orang-orang tersebut tidak memiliki banyak tekanan untuk kembali bekerja, bersosialisasi dan keluar rumah untuk menghadiri berbagai acara di mana mereka tidak dapat menyusui dalam acara-acara tersebut.”

Sepanjang kariernya sebagai bidan, ia telah membantu banyak ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya, seperti yang disarankan WHO yaitu seorang ibu seharusnya mulai menyusui bayinya dalam kurun satu jam setelah melahirkan.

Selain alasan medis dan psikologis, ekonomi dan sosial juga menjadi faktor yang menghalangi seorang ibu untuk memberikan ASI pada bayinya. Faktor-faktor tersebut bukan hal unik di Inggris. Namun menurutnya, tabu dan adanya perubahan sikap komunitas yang terjadi di negaranya mungkin menjadi sebuah faktor penting.

Ia menambahkan, “Saya kira, tantangan yang dihadapi para ibu pada tahap awal menyusui, mungkin tidak seperti di budaya lain di mana ada para anggota keluarga yang berada di dekat mereka, mereka memiliki anggota keluarga yang sudah berpengalaman menyusui yang merawat ibu yang menyusui sehingga dapat merawat bayinya. Sementara itu tekanan di Inggris sedemikian besar sehingga orang hanya mengambil langkah mudah yaitu memberi susu formula.”

Tekanan ekonomi selama krisis kenaikan biaya hidup juga menjadi salah satu pertimbangan. ASI tentu saja lebih murah dibandingkan dengan harga susu formula bayi.

Beberapa waktu lalu, UNICEF mempublikasikan bagaimana kenaikan harga susu formula melebihi tingkat inflasi. Pengeluaran biasanya berkisar dari 44 poundsterling (sekitar Rp 878 ribu) hingga 89 poundsterling (sekitar Rp1,775 juta) per bulan untuk susu formula tahap pertama.

FILE - Seorang perempuan Somalia menyusui anaknya di kamp pengungsi di pinggiran Dollow, Somalia, 20 September 2022.

FILE – Seorang perempuan Somalia menyusui anaknya di kamp pengungsi di pinggiran Dollow, Somalia, 20 September 2022.

Namun keadaan perekonomian yang sulit juga mendesak ibu untuk kembali bekerja lebih awal.

Mallory Reynolds-Trout, manajer penyelenggara pameran the Baby Show, juga memberikan ASI bagi anak-anaknya. Ia menaruh simpati kepada para perempuan yang mengalami kesulitan dan tekanan.

“Saya kira, kehidupan orang-orang menjadi lebih sibuk dalam beberapa tahun terakhir. Menjadi lebih sulit untuk memberi ASI saat bepergian. Lebih banyak perempuan yang kini bekerja. Jadi tentu saja tren itu sudah berubah seiring waktu. Saya kira, tidak selalu mudah bagi orang tua yang berada jauh dari bayinya, untuk selalu memompa ASI atau menyusui. Jadi kebanyakan orang beralih ke susu formula atau pilihan lain yang dapat dilakukan,” sebutnya. [lj/uh]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru