Pengungsi Perempuan di Australia Buat Boneka untuk Jaga Kesehatan Mental

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Datang ke Australia sebagai pengungsi berarti menghadapi banyak tantangan bagi kebanyakan pengungsi perempuan. Salah seorang di antaranya adalah Jinan Shakarchi. Ia mengatakan, “Saya tidak tahu bahasanya, saya tidak tahu tentang kebudayaannya, saya sendirian bersama anak-anak saya, saya merasa takut, saya merasa tersesat.”

Lewat program pembuatan boneka di sebuah Pusat Multikultural yang terletak di bagian utara Perth ini, mereka merasa aman untuk berbicara tentang kesulitan yang mereka hadapi.

Shakarchi menambahkan, “Mereka saling memberikan nasihat dan kami berbagi rasa sakit dengan mereka dan mereka juga berbagi rasa sakit mereka dengan kami.”

Boneka-boneka tersebut kemudian dijual pada acara-acara yang diselenggarakan komunitas. Hasil penjualannya diberikan kepada pembuatnya.

Boneka-boneka tersebut bahkan tampak seolah-olah mencerminkan emosi para pembuatnya.

Vidhu Karolia, koordinator program tersebut mengatakan, “Ekspresi boneka-boneka tersebut tampak berbeda dan saya dapat merasakan itulah perasaan yang sedang dirasakan oleh pembuatnya pada waktu itu.”

Kursus pembuatan boneka itu juga memberikan ruang bagi Huai Ngo, seorang pengungsi asal Myanmar, untuk berbicara tentang masalah kesehatan mentalnya untuk pertama kali. Lewat seorang penerjemah, ia mengatakan, “Ketika masih berada di Myanmar, saya tidak pernah mendengar tentang kesehatan mental. Di Myanmar, saya merasa depresi dan ingin bunuh diri.”

Jinan Shakarchi melarikan diri dari Iran dan ia merasa lega mendapati sebuah tempat untuk mengungkapkan pengalamannya tentang masalah kesehatan mental – percakapan yang tidak mungkin dilakukannya saat masih berada di negara asalnya.

Jinan menjelaskan, “Mereka berupaya untuk tidak menceritakan masalah mereka karena merasa malu.”

Penelitian terkait hal ini mendapati bahwa tingkat masalah kesehatan jiwa yang dialami oleh pengungsi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat umumnya.

Namun hanya 20 persen dari mereka yang berupaya untuk mencari pertolongan dan sekitar 50 persen yang mengalami gangguan stres pasca trauma dibandingkan dengan hanya 11 persen di masyarakat yang lebih luas.

Jadi, sudah tentu, kursus pembuatan boneka itu merupakan penyelamat bagi mereka.

Direktur Pusat Layanan Multikultural, Ramdas Sankaran mengatakan, “Ketika mereka berkumpul dengan orang lain yang memiliki latar belakang yang sama, hanya dalam beberapa hari atau minggu, mereka sudah mulai membuka diri.”

Bagi para pembuat boneka, kursus itu memberikan lebih dari sekedar ketrampilan dan uang, tetapi juga mengingatkan mereka seberapa jauh kemajuan mereka hingga saat ini.

Ngo menambahkan, “Boneka ini dibuat dengan baju tradisional suku Chin dan pesan yang diberikan adalah Anda tidak lagi berada di daerah konflik, Anda kini bebas dan aman.” [lj/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru