Penduduk Dunia Membuang 1 Miliar Ton Makanan Setiap Hari

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 28 Maret 2024 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Laporan Indeks Sampah Makanan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan nilai total makanan yang dibuang rumah tangga dan pelaku bisnis mencapai setidaknya $1 triliun (Rp15,8 kuadriliun). Di sisi lain, hampir 800 juta orang di dunia mengalami kelaparan.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa lebih dari satu miliar ton makanan, yang menyumbang hampir seperlima dari semua produk yang tersedia di pasaran, terbuang pada 2022. Sebagian besar bersumber dari rumah tangga.

“Sampah makanan merupakan tragedi global. Jutaan orang akan kelaparan hari ini sementara di bagian lain dunia makanan dibuang,” ujar Inger Andersen, direktur eksekutif Program Lingkungan Hidup PBB, dalam sebuah pernyataan.

Pemborosan semacam itu bukan hanya menyangkut masalah moral, tetapi juga “kegagalan dalam mengelola lingkungan”, ungkap laporan tersebut.

Sampah makanan menghasilkan emisi gas rumah kaca lima kali lebih banyak dari sektor penerbangan. Selain itu, diperlukan lahan yang sangat luas untuk diubah menjadi ladang tanaman pangan, yang pada akhirnya tidak dikonsumsi.

Disusun bersama organisasi nirlaba WRAP (Waste and Resources Action Programme), itu adalah laporan kedua PBB dan sejauh ini memberi informasi terlengkap mengenai sampah makanan.

Clementine O’Connor dari Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Program/UNEP) mengatakan bahwa dengan semakin baiknya teknik pengumpulan data, besarnya skala isu tersebut menjadi semakin jelas.

“Semakin banyak jumlah sampah makanan yang Anda telusuri, semakin banyak pula yang Anda temukan,” katanya.

Bisnis-bisnis makanan seperti restoran, kafetaria, dan hotel bertanggung jawab atas 28 persen sampah makanan yang terbuang pada 2022, sementara bisnis ritel seperti toko daging dan sayur menyumbang 12 persen.

Namun, penyumbang sampah terbesar adalah rumah tangga, yang menghasilkan 60 persen atau sekitar 631 juta ton sampah makanan.

Richard Swannell dari WRAP mengatakan bahwa sebagian besar penyebab melimpahnya sampah makanan adalah orang-orang yang membeli makanan lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Mereka juga salah dalam menakar porsi dan tidak mengonsumsi makanan yang tersisa.

Penyebab lainnya adalah tanggal kadaluarsa, tambahnya, karena bahan makanan yang masih bagus justru dibuang karena orang salah mengira bahwa makanannya sudah basi.

Banyak makanan, terutama di negara-negara berkembang, tidak terbuang begitu saja, melainkan terbuang dalam perjalanan atau busuk karena tempat penyimpanannya kurang dingin, kata laporan itu. [br/ka]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru