PBB Peringatkan Adanya ‘Ledakan’ Kematian Anak-anak di Gaza

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kekurangan pangan yang mengkhawatirkan, meningkatnya kekurangan gizi dan merajalelanya penyebaran penyakit dapat memicu ledakan kematian anak-anak di Gaza, PBB memperingatkan pada Senin (19/2).

Memasuki minggu ke-20 perang Israel-Hamas di Jalur Gaza, sejumlah badan PBB memperingatkan bahwa makanan dan air bersih telah menjadi “sangat langka” di wilayah Palestina. Mereka menambahkan bahwa hampir semua anak kecil mengidap penyakit menular.

“Jalur Gaza siap menyaksikan ledakan kematian anak-anak yang sebenarnya bisa dicegah, yang akan menambah tingkat kematian anak-anak di Gaza yang sudah sangat tinggi,” kata Ted Chaiban, wakil kepala aksi kemanusiaan UNICEF, lembaga PBB yang mengurusi masalah terkait anak-anak.

Setidaknya 90% balita di Gaza mengidap satu atau lebih penyakit menular, menurut penilaian bersama sejumlah badan PBB untuk anak-anak, makanan dan kesehatan.

Tujuh puluh persen anak menderita diare dalam dua minggu sebelum penilaian. Itu merupakan peningkatan 23 kali lipat dibandingkan basis data yang terkumpul pada 2022.

“Kelaparan dan penyakit adalah kombinasi yang mematikan,” kata direktur kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mike Ryan dalam pernyataan.

“Anak-anak yang lapar, lemah, dan mengalami trauma berat lebih mudah terserang penyakit, dan anak-anak yang sakit, terutama diare, tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik.” ujarnya

“Ini berbahaya dan tragis dan terjadi di depan mata kita.”

Sejak dimulainya perang, Gaza telah terjerumus ke dalam krisis gizi dan bantuan dari luar sangat terbatas.

Penilaian PBB menunjukkan bahwa lebih dari 15% anak-anak di bawah usia dua tahun di Gaza utara – satu dari enam – mengalami kekurangan gizi akut, sedangkan tiga persen di antaranya menderita kekurangan gizi parah yang mengancam nyawa.

“Data dikumpulkan pada Januari. Situasinya kemungkinan akan menjadi lebih buruk sekarang,” badan-badan PBB memperingatkan.

Di Gaza selatan, sebanyak lima persen anak di bawah dua tahun mengalami kekurangan gizi akut, menurut penilaian itu.

Sebelum perang, hanya 0,8 persen anak balita di Gaza yang dianggap mengalami kekurangan gizi akut, kata badan-badan PBB.

“Penurunan status gizi penduduk dalam tiga bulan ini belum pernah terjadi secara global,” kata mereka. [ka/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru