Pameran ‘Love Me Fast’ Eksplorasi Cinta Romantis dalam Dunia Modern

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 6 Februari 2024 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran ‘Love Me Fast’ Eksplorasi Cinta Romantis dalam Dunia Modern

[ad_1]

Mawar adalah simbol cinta romantis, diiringi sifatnya yang halus dan fana. Di tangan seniman Spanyol Noemi Iglesias, mawar diubah menjadi porselen.

Kreasi Iglesias dipresentasikan dalam pameran baru di museum Thyssen-Borenmisza di Madrid. Museum itu memajang karya-karya seni modern Iglesias, menempatkannya bersebelahan dengan beberapa lukisan ikonik di galeri tersebut.

Iglesias menjelaskan bahwa pameran tersebut “berkaitan dengan representasi emosi melalui ikon-ikon konsumen” sepanjang sejarah seni. Ia menambahkan, “Dimulai dari sudut pandang naratif atau mitologis, di mana emosi-emosi ini diperlakukan secara lebih ikonik. Kemudian, sudut pandang beralih ke perspektif yang sedikit lebih simbolis, tentang sinyal, hal-hal yang klise, di mana mawar merah dan merah jambu ditampilkan.”

Iglesias menampilkan 25 karya berhias bunga dari perunggu. Ia juga menampilkan kaca, video, dan terutama porselen.

Beberapa lukisan koleksi museum tersebut yang terkenal, seperti “The Rape of Europa” karya Simon Vouet, “The Swing” karya Lancret pada 1735, dan “The See-Saw” karya Fragonard pada 1750, dipajang di samping karangan bunga porselen karya Iglesias.

Seorang pengunjung melihat lukisan ‘The Rape of Europa” karya Paolo Caliari, yang dikenal sebagai Paolo Veronese (foto: AP).

Iglesias menggunakan seni bunga untuk mengkaji persepsi kita tentang cinta dan cinta sebagai komoditas konsumen, ujar kurator Rocío de la Villa. Tentang pameran, De La Villa mengatakan, “Ini adalah pameran yang berbicara tentang cinta romantis dan mengkritik cinta romantis.”

Pameran segala sesuatu terkait cinta romantis ini, kata De La Villa, ditampilkan dalam empat masa. Pertama adalah masa cinta yang gagah berani, pada awal abad ke-18. Kedua adalah avant-garde di mana jendela kaca patri karya Iglesias dipajang di dinding yang juga memajang lukisan karya Picabia, berjudul ‘Predicament’, yang merupakan contoh seni abstrak. Ketiga adalah era pop, dengan karya-karya terang, video dan fotografi.

Seniman Spanyol, Noemi Iglesias (courtesy: NoemIglesias.com)

Seniman Spanyol, Noemi Iglesias (courtesy: NoemIglesias.com)

Ada juga ruang gelap dengan karya seni bercahaya, potongan video, dan instalasi “Karantina”, rangkaian masker gas berbunga, sebuah kritik terhadap pencarian cinta dalam era digital pada aplikasi kencan, kata De La Villa. “Ruang terakhir, yang sangat sulit pada aplikasi digital sekarang untuk mencari cinta,” imbuhnya.

Iglesias mempelajari teknik bunga keramik sewaktu magang di Taiwan. Di sana, bunga keramik dibuat dengan tangan, kelopak demi kelopak dan tanpa cetakan. Itu adalah teknik kuno yang lambat dan rumit yang tampaknya bertolak belakang dengan “cinta cepat” yang dianalisis Iglesias.

Ia menjelaskan, “Kerajinan tangan pembuatan bunga berkembang sepanjang abad ke-19 dalam lingkungan industri pabrik-pabrik keramik. Itu adalah teknik yang hanya dilakukan perempuan.”

Ryan Kovarovics, seorang guru bahasa Inggris dari Amerika, mengunjungi pameran itu dan menyampaikan kesannya. “Menurut saya seniman ini telah melakukan pekerjaan yang hebat dalam menyandingkan budaya modern yang kita miliki, yang cepat, dengan bagian-bagian yang lebih tenang dari momen kisah cinta kita selama ratusan tahun keberadaan umat manusia.”

Jess Moor, yang berkunjung dari Inggris bersama pasangannya, sangat tertarik pada lukisan “The House among the roses” karya Monet.

“Saya khususnya menyukai karya Monet dan semua bunganya yang indah. Lukisan ini menunjukkan betapa rimbunnya taman itu sehingga kita hampir tidak bisa melihat rumahnya. Dan betapa luar biasa. Dan itulah yang diperlukan untuk mengatakan bahwa cinta bisa begitu. Jadi, menurut saya, lukisan ini sungguh indah,” pujinya.

Pameran terkait cinta ‘Love Me Fast’ di Museum Thyssen-Bornemisza di Madrid, Spanyol, dibuka untuk umum hingga 28 April. [ka/uh]

[ad_2]

Berita Terkait

Taufiq Hermawan alias Altaf Vicko Jadi Tersangka, Selebgram Shahnaz Anindya Alami KDRT Psikis dari Suaminya
Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes

Berita Terkait

Senin, 23 Desember 2024 - 15:02 WIB

Artis Natasha Wilona Lapor Polda Metro Jaya Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Promosi Produk

Kamis, 19 Desember 2024 - 15:38 WIB

Artis Olla Ramlan Bicara Soal Hikmah yang Dipetik Tahun 2024 dan Rencana yang akan Dilakukan Tahun Depan

Senin, 16 Desember 2024 - 16:37 WIB

Terkait Hubungannya dengan Presenter Cantik Medina Dina, Aktor Gading Martin Berikan Klarifikasi

Selasa, 10 Desember 2024 - 10:44 WIB

BNN Lakukan 3 Kali Tes Narkoba Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari, Hasilnya Dipastikan Positif Narkoba

Minggu, 8 Desember 2024 - 15:22 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Dana oleh Managemennya, Artis Cantik Wika Salim Datangi Polda Metro Jaya

Selasa, 26 November 2024 - 08:59 WIB

Begini Respons Ririe Farius yang Fokus ke Masa Depan Soal Mantan Suami Menikah dengan Nissa Sabyan

Jumat, 22 November 2024 - 05:26 WIB

Menyanyi di Kemenangan Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Begini Perasaan Penyanyi Cantik Yura Yunita

Rabu, 16 Oktober 2024 - 13:00 WIB

Series Terbaru Berjudul ‘Waktu yang Terhenti’, Aktor Bram Wicaksana Berbagi Cerita Soal Perannya

Berita Terbaru