Meta Digugat atas Tuduhan Mengeksploitasi Anak-anak

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Negara bagian New Mexico di Amerika Serikat mengajukan gugatan pada Rabu (6/12), dengan menuduh Facebook dan Instagram sebagai “tempat berkembang biak” bagi predator yang menargetkan anak-anak.

Gugatan baru tersebut muncul kurang dari dua bulan, setelah puluhan negara bagian di AS menuduh pemilik Facebook dan Instagram, Meta, mengambil keuntungan “dari penderitaan anak-anak,” merusak kesehatan mental mereka dan menyesatkan orang tentang keamanan platformnya.

Secara total, lebih dari 40 negara bagian telah menggugat Meta, meskipun beberapa memilih untuk menggugat ke pengadilan lokal daripada bergabung dalam kasus federal.

“Penyelidikan kami terhadap platform media sosial Meta menunjukkan, bahwa platform tersebut bukanlah tempat yang aman bagi anak-anak, melainkan lokasi utama bagi predator untuk memperdagangkan pornografi anak dan mengajak anak di bawah umur untuk melakukan hubungan seks,” kata Jaksa Agung New Mexico, Raul Torrez dalam sebuah pernyataan.

Anak-anak dapat dengan mudah menghindari batasan usia di Facebook dan Instagram dengan berbohong tentang usia mereka, kata tuntutan itu dalam memberikan contoh rinci.

Saat berada di jejaring sosial, anak-anak menjadi sasaran perangkat lunak Meta yang tidak hanya berusaha membuat mereka tetap terlibat, tetapi juga mengarahkan materi yang tidak pantas ke mereka, menurut gugatan tersebut.

“Facebook dan Instagram adalah tempat berkembang biak bagi predator yang menargetkan anak-anak untuk perdagangan manusia, distribusi gambar seksual, menjalin hubungan dengan tujuan melakukan kekerasan seksual, dan menghasut [anak-anak],” beber gugatan tersebut sebagai alasan.

Keluhan tersebut mengutip contoh seorang anak berusia 12 tahun yang membuka akun Facebook dengan memberikan tanggal lahir palsu dan dengan cepat platform tersebut merekomendasikan konten yang berkaitan dengan masturbasi, ketelanjangan, perbudakan, dan fetisisme.

“Eksploitasi anak adalah kejahatan yang mengerikan dan predator daring adalah penjahat,” kata juru bicara Meta dalam menanggapi laporan AFP.

Perlawanan Meta terhadap predator mencakup sejumlah tindakan seperti menggunakan teknologi canggih, mempekerjakan ahli keselamatan anak, melaporkan konten ke Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi, dan berbagi informasi dengan perusahaan lain dan lembaga penegak hukum, tambah juru bicara tersebut.

Meta telah menonaktifkan lebih dari 500 ribu akun hanya pada Agustus saja, karena melanggar kebijakan keselamatan anak, menurut satuan tugas di perusahaan itu yang ditugaskan pada upaya mengatasi masalah tersebut.

Anak-anak yang menjadi korban pelecehan online adalah isu hangat bagi regulator dan perusahaan teknologi, yang ingin menunjukkan bahwa mereka mengambil tindakan yang memadai untuk melindungi anak-anak dan remaja.

Perusahaan teknologi besar, termasuk Meta dan Google, mengatakan bulan lalu bahwa mereka akan bekerja sama dalam program baru, untuk memerangi pelecehan atau eksploitasi seksual terhadap anak secara daring.

Dalam program baru yang disebut Lantern, perusahaan akan membagikan tanda-tanda aktivitas yang melanggar kebijakan mereka mengenai eksploitasi anak, sehingga platform dapat bergerak lebih cepat untuk mendeteksi, menghapus, dan melaporkan konten bermasalah.

Pengumuman Lantern datang pada hari yang sama, ketika seorang mantan insinyur senior Meta mengatakan dalam sidang Senat di Washington bahwa para eksekutif puncak, termasuk Mark Zuckerberg, mengabaikan peringatannya bahwa remaja berada dalam kondisi tidak aman di platform perusahaan itu.

Zuckerberg ditetapkan sebagai tergugat dalam gugatan yang diajukan oleh New Mexico itu. [ns/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru