MER-C Minta WHO Bertindak Tegas dan Serukan Indonesia Buat Rumah Sakit Lapangan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 22 Februari 2024 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Dengan dalih mencari sandera, pasukan Israel lagi-lagi menyerbu rumah sakit. Yang menjadi sasaran terbaru pasukan IDF adalah Rumah Sakit Nasser, yang merupakan rumah sakit utama di bagian selatan Gaza. Serangan ini menewaskan satu pasien dan melukai enam lainnya.

Rumah Sakit Nasser diketahui menampung banyak pasien di wilayah itu, termasuk yang dipindahkan dari bagian utara Gaza. Namun kini rumah sakit itu diduduki tentara Israel dan tidak dapat beroperasi. Israel juga menangkap 100 petugas medis dan non medis.

Sebelumnya, serangan Israel di rumah sakit lain di Gaza juga dilakukan melalui personel militer yang menyamar. Tindakan itu menewaskan tiga orang.

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan tindakan-tindakan tanpa pertanggungjawaban itu sangat memprihatinkan dan menghancurkan kemanusiaan di Gaza.

FILE – Presidium Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) dari kiri ke kanan: Henry Hidayatullah, Sarbini Abdul Murad, Faried Thalib dalam konferensi pers soal pengiriman tim ke Gaza, Palestina di kantor MER-C , Salemba, Jakarta Pusat,10 Oktober 2023.

Berbicara dalam jumpa pers di kantornya, hari Rabu (21/2), MER-C mendesak Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengambil sikap tegas guna menghentikan kebiadaban Israel. Lembaganya, tambah Sarbini, meminta Israel membiarkan rumah-rumah sakit di seantero Gaza kembali beroperasi untuk merawat korban luka-luka yang jumlahnya hampir 70 ribu orang.

Di sisi lain MER-C juga mendesak pemerintah Indonesia untuk berkolaborasi dengan pihak lain agar dapat membantu warga Palestina di Gaza yang sedang dililit krisis kesehatan luar biasa.

“(Kami) minta pemerintah Indonesia untuk berkolaborasi, melakukan pendekatan dengan Mesir agar bisa mendirikan Rumah Sakit Indonesia lapangan di Rafah, sehingga jarak antara korban yang ada di Gaza dengan Rumah Sakit Indonesia lapangan ini bisa sangat dekat,” kata Sarbini seraya menegaskan pendirian rumah sakit lapangan di Rafah, Mesir, harus segera diwujudkan.

Lebih jauh Sarbini mengatakan pihaknya telah mengetahui bahwa pemerintah Mesir telah mengizinkan dunia internasional untuk mendirikan rumah sakit lapangan di Rafah guna membantu korban perang warga Gaza. Rumah sakit ini akan menjadi wakil Indonesia yang secara langsung membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza, setelah Rumah Sakit Indonesia di bagian utara tidak lagi dapat beroperasi akibat serangan tentara Israel.

Kemlu Sedang Pelajari dan Pertimbangkan Pembangunan Rumah Sakit Lapangan di Rafah

Direktur Timur Tengah Bagus Hendraning Kobarsyih mengatakan permintaan MER-C itu merupakan sebuah hal yang wajar. Kementerian Luar Negeri, ujarnya, akan mempelajari sekaligus mempertimbangkan banyak hal untuk sampai pada tahap pembangunan Rumah sakit lapangan di Rafah.

“Melihat kondisi di lapangan, mempertimbangkan banyak hal, aspek keamanan, ketersediaan supai logistik, suplai obat-obatan, ketersediaan tenaga kesehatan dan dokter. Paling penting adalah izin dari pemerintah setempat. Itu kan nggak mudah, itu harus diklarifikasi dulu baru kita bisa sampai pada keputusan perlu atau tidak membangun rumah sakit lapangan,” ujarnya.

Lebih jauh Bagus mengatakan ia sangat memahami bahwa di saat krisis seperti sekarang ini fasilitas kesehatan dalam bentuk apapun di Gaza memang akan sangat membantu warga Palestina di wilayah itu. Tetapi keputusan pembangunan rumah sakit lapangan tidak dapat dibuat dalam waktu singkat, dan ia terbuka pada semua opsi yang dapat meringankan penderitaan warga Palestina di Gaza.

Terkait veto Amerika terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait gencatan senjata, Bagus mengharapkan negara-negara pemilik hak veto bisa bertindak bijaksana melihat kondisi di lapangan dan tidak bersikap berat sebelah.

Tentara Israel beroperasi di tengah konflik dengan kelompok Islam Palestina Hamas, di lokasi yang disebutkan sebagai Rumah Sakit Nasser di Gaza dalam gambar yang dirilis 18 Februari 2024. (Pasukan Pertahanan Israel/Handout via REUTERS)

Tentara Israel beroperasi di tengah konflik dengan kelompok Islam Palestina Hamas, di lokasi yang disebutkan sebagai Rumah Sakit Nasser di Gaza dalam gambar yang dirilis 18 Februari 2024. (Pasukan Pertahanan Israel/Handout via REUTERS)

Jika aksi kekerasan makin merajalela dan tidak bisa ditindak, maka akan terjadi defisit kepercayaan, sehingga semua dialog dan perundingan akan dianggap tidak penting, tegas Bagus.

Pengamat: Tanpa Gencatan Senjata, Tragedi Kemanusiaan Tak Terhindarkan

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Yon Mahcmudi mengatakan serangan berkelanjutan Israel dan tidak terwujudnya gencatan senjata antara Israel-Hamas, membuat tragedi kemanusiaan di Gaza tak terhindarkan.

“Kita berharap solusi bagi Palestina bisa diselesaikan dengan gencatan senjata yang permanen, agar tidak lagi berjatuhan korban-korban yang semakin banyak dan krisis kemanusiaan juga semakin sulit untuk diatasi,” ujar Yon.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, mengatakan hingga hari Rabu (21/2) hampir 29.000 warga Palestina tewas, sementara korban luka-luka mencapai lebih dari 68.000 orang. Ini belum mencakup aksi kekerasan yang kini juga meluas ke Rafah dan Tepi Barat.

Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza sebagai pembalasan terhadap serangan Hamas ke bagian selatan wilayahnya pada 7 Oktober lalu yang menewaskan 1.200 orang. Hamas juga menculik 250 orang, yang sebagian di antaranya telah dibebaskan dalam gencatan senjata November lalu. [fw/em]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru