Laporan Iklim Global Tunjukkan Bumi ‘di Ambang’ Kehancuran

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 20 Maret 2024 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Selasa (19/3), mengatakan bahwa semua rekor iklim global terpecahkan tahun lalu, seiring meningkatnya suhu dan mencairnya es di laut. Badan cuaca PBB itu mengatakan dalam laporan tahunan tentang Keadaan Iklim Global bahwa suhu rata-rata mencapai tingkat tertinggi dalam 174 tahun pencatatan, dengan selisih yang jelas, mencapai 1,45 derajat Celcius di atas tingkat praindustri.

Suhu samudra juga naik menjadi terpanas dalam data 65 tahun terakhir dengan lebih dari 90% lautan mengalami kondisi gelombang panas sepanjang tahun, kata WMO. Ini, kata WMO, membahayakan sistem pangan.

“Bumi mengeluarkan seruan darurat. Laporan terbaru Keadaan Iklim Global ini menunjukkan bahwa planet ini berada di ambang kehancuran,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres dalam pesan video yang dirilis setelah keluarnya laporan tersebut.

Laporan itu menunjukkan cairnya es samudra Antartika, dengan tingkat puncaknya mencapai 1 juta km2 di bawah rekor sebelumnya. Itu setara dengan luas Mesir.

Tren itu, ditambah pemanasan yang menyebabkan naiknya permukaan laut, telah berkontribusi pada peningkatan lebih dari dua kali lipat laju kenaikan permukaan laut dalam dekade terakhir dibandingkan dengan periode 1993-2002, kata laporan tersebut.

“Kabar baiknya adalah kita masih bisa mempertahankan kenaikan suhu bumi dalam jangka panjang di bawah batas tersebut, dan menghindari dampak terburuk dari kekacauan iklim. Dan kita tahu bagaimana melakukannya, dengan mencocokkan kecepatan perubahan iklim dengan tindakan iklim yang radikal,” kata Guterres. “Masih ada waktu untuk memberi bantuan kepada manusia dan planet ini. Tetapi para pemimpin harus bertindak – sekarang juga,” tambahnya. [ka/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru