Laos Dilanda Wabah Antraks, Thailand Tingkatkan Pengawasan Ternak di Perbatasan

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 30 Maret 2024 - 02:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pemerintah Thailand memerintahkan para pejabat untuk memantau secara ketat ternak di sepanjang perbatasan dengan Laos, setelah lebih dari 50 orang dilaporkan tertular antraks di negara tetangganya tersebut.

Pihak berwenang Thailand telah bekerja sama dengan pihak-pihak di Laos setelah menerima laporan mengenai wabah tersebut dan telah menyiapkan vaksin jika ada infeksi yang terdeteksi di Thailand, kata Narong Leangcharuen, direktur Biro Pengendalian Penyakit dan Layanan Kedokteran Hewan di Departemen Pengembangan Peternakan.

Dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran negara Thailand, NBT, Jumat (29/3), Narong mengatakan pengangkutan ternak melintasi perbatasan dikontrol dengan ketat. Dia memperingatkan para peternak untuk mengkarantina hewan dari Laos dan segera melaporkan penyakit atau kematian yang mencurigakan.

Thailand telah menerima laporan bahwa 54 orang di Laos telah terinfeksi penyakit ini, kata juru bicara pemerintah Thailand Chai Watcharong dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis. Dia mengatakan Departemen Pengendalian Penyakit Thailand sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat, terutama di sepanjang perbatasan, untuk terus mencermati situasi tersebut.

Media-media di Laos awal bulan ini melaporkan kematian hewan ternak dan kasus orang yang tertular penyakit ini di provinsi selatan Champasak, yang berbatasan dengan Thailand. Saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa.

Antraks adalah penyakit langka namun serius yang disebabkan oleh bakteri dan terutama menyerang hewan ternak. Penyakit ini dapat menyebar ke manusia melalui kontak atau konsumsi hewan yang terinfeksi, dan dapat mematikan, meskipun risiko penularan dari manusia ke manusia rendah.

Laporan-laporan yang dimuat di media yang dikendalikan pemerintah di Laos tidak konsisten. Nanthasan Vannavong, seorang wakil di kantor kesehatan di Champasak, mengakui wabah tersebut dalam konferensi pers awal pekan ini, memperingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi hewan ternak yang sakit.

Kasus antraks pada manusia yang paling baru dilaporkan di Thailand terjadi pada tahun 2000, menurut Departemen Pengembangan Peternakan. [ab/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru