Izin dan Sertifikasi Jadi Kunci

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 6 April 2024 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Izin umumnya diperoleh dari pemerintah atau otoritas yang berhubungan dengan legalitas usaha untuk beroperasi. Sedangkan sertifikasi adalah pengakuan pihak ketiga terkait standar kualitas produk atau jasa yang ditawarkan.

Dua hal itu wajib dikantongi pendiri usaha untuk membuka dan mematuhi hukum berbisnis di Amerika. Proses memperolehnya, berbeda untuk tiap pengusaha.

Bagi Artha Rini, pengusaha restoran Indonesia, “Di sini perizinan susah. Semuanya harus ada insurance. Izinnya juga macam-macam. Kita harus sekolah (untuk sertifikasi), ibaratnya kayak gitu.”

Artha Rini (kiri) dan suaminya Wirawan, pengusaha restoran Indonesia (dok. pribadi).

Berawal dari usaha katering rumahan, bisnis Artha melebar. Ia mulai melayani pesanan berskala besar dan acara penting seperti pertemuan G20 di Dana Moneter Internasional (IMF). Di sinilah ia dituntut memiliki food license bahkan kemudian izin dari pemerintah lokal ketika bisnisnya berwujud menjadi restoran.

Mendapatkan izin untuk usaha yang berkaitan dengan pangan memang detail. Higienitas dan sanitasi sangat dituntut karena menyangkut kesehatan pelanggan.

Itu dialami pula oleh Linda Campbell. Ia menghabiskan waktu 6 bulan untuk mendapat izin membuka Indonesian Market. Toko kelontong itu menjual aneka bumbu dan kebutuhan masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar Washington DC, dari daun salam dan kemiri, hingga kecap dan aneka sambal.

Linda Campbell, pemilik toko "Indonesian Market" (dok. pribadi)

Linda Campbell, pemilik toko “Indonesian Market” (dok. pribadi)

Mengenang proses mendapatkan izin, ia mengungkapkan, “Ngurus izin itu memang susahnya bukan main di Amerika ini, gak seperti di Indonesia. Saya pernah berapa kali kan, kalo buka bisnis itu kok begitu gampang gitu ya, tapi di sini tuh susah banget gitu. Udah selesai semua, masih aja gak lulus, ininya kurang lah, itunya kurang lebar lah, ini anu semua diukur, sampai restroom (toilet) aja diukur gitu lho,” tukasnya.

Linda hampir putus asa. Tetapi ia tidak mau menyerah karena merasa bisnisnya penting untuk melayani masyarakat.

“Akhirnya ya Puji Tuhan, bisa terlaksana kita buka ini,” kata Linda.

Bagi Raymond Monzano, pemilik usaha yang bergerak dalam bidang otomotif, proses membuka usaha di Amerika sangat mudah dan simpel. Mengantongi sejumlah sertifikasi yang diperlukan dalam bidang otomotif dan memenuhi syarat kepemilikan sejumlah peralatan esensial untuk bengkel, menurutnya, mempercepat proses.

Raymond Monzano, pemilik bengkel mobil (dok. pribadi).

Raymond Monzano, pemilik bengkel mobil (dok. pribadi).

Jadi, proses mendapatkan izin, “Gampang. Saya ngatur perizinan itu dalam satu hari. Bahkan gak sampai satu hari. Saya pergi ke sana (tempat perizian), ditanya mau apa, nama perusahaannya. Pertama saya mau bikin nama saya, satu aja, tapi setelah diperiksa oleh orangnya, ternyata sudah ada yang pakai. Coba diganti lagi dengan nama lain. Cuma itu. Jadi, saya lama di tempat perizinan itu cari nama, nama usahanya itu apa,” ujar Raymond.

Kemudahan juga dialami Yusup Hustaman. Ia sudah lebih dari 20 tahun berprofesi sebagai tukang cukur dan kini menjadi pemilik A&J’s Barbershop. Soal izin, ia menegaskan, legalitas adalah penting dan utama dalam berbisnis di Amerika.

Bisnis Pangkas Rambut milik Yusup Hustaman

Bisnis Pangkas Rambut milik Yusup Hustaman

“Tentunya pertama harus ada surat izin, tentunya license pribadi dan bisnis juga. Kalau mengikuti proses-proses yang ditentukan di local government, sebetulnya gak ada hambatan,” kata Yusup.

Agung Putra, pemilik usaha catering BliMan Kitchen yang kini mengoperasikan ‘food truck,’ berbagi nasihat kepada siapapun yang ingin membuka usaha di Amerika. Pria asal Bali yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman perhotelan dan memasak di kapal pesiar ini menekankan pentingnya mematuhi peraturan. Itu di atas segalanya, cetusnya.

Agung Putra, pemilik usaha catering "BliMan Kitchen" (dok. pribadi).

Agung Putra, pemilik usaha catering “BliMan Kitchen” (dok. pribadi).

“Ikuti peraturan dari masing-masing county (wilayah kabupaten) karena kalo kita gak ikuti aturan, kita gak bisa menjalankan usaha. Kalaupun kita mau main kayak di Indo, banyak jalan-jalan tikus yang bisa ditempuh, di sini gak bisa. Kita gak akan jalan dengan baik kalau kita tidak mengikuti aturan dari government di sini.”

Dengan mengikuti aturan, kata Agung, justru calon pebisnis akan dibantu. Tidak ada aturan yang menyusahkan, bahkan untuk pendatang dengan kemampuan bahasa Inggris yang minim.

Soal biaya perizinan? “Pricenya juga sangat reasonable. Kita bisa membayarnya lah gitu. Gak terlalu mahal juga,” pungkasnya. [aa/ka]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru