Insiden Kapal Migran Karam di Lepas Pantai Italia, Penyintas dan Keluarga Tuntut Kompensasi

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 27 Februari 2024 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Para korban selamat dan keluarga korban yang tewas dalam peristiwa kapal karam satu tahun lalu, yang menewaskan 94 migran, termasuk 35 anak, hanya beberapa meter dari pesisir selatan Italia, menyerukan ditegakkannya keadilan saat menyelenggarakan peringatan selama tiga hari, Senin (26/2).

Aksi menyalakan obor di pantai lokasi kapal tersebut karam, pameran foto dan pawai unjuk rasa dilakukan sekelompok aktivis bernama Network Feb. 26, tanggal terjadinya peristiwa nahas tersebut, di sekitar Kota Crotone. Sebagian besar korban tewas berasal dari negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan.

Dalam konferensi pers yang digelar setelah aksi tersebut, para pengacara korban mengatakan mereka berencana mengajukan tuntutan hukum terhadap Kantor Perdana Menteri Italia, Kementerian Infrastruktur dan Mobilitas Italia serta Kementerian Keuangan dan Ekonomi.

“Keluarga para penyintas akan mengajukan tuntutan hukum terhadap Negara Italia untuk meminta kompensasi atas kegagalan institusionalnya untuk menawarkan bantuan, dan atas penderitaan mendalam yang dialami mereka (para penyintas) yang berusaha menetap di Eropa setelah peristiwa kapal karam tersebut,” kata Gulaza Jamshidi, yang kehilangan sejumlah anggota keluarga dalam peristiwa tersebut.

Pada 26 Februari 2023, sebuah kapal kayu yang berlayar dari Turki dengan mengangkut sekitar 200 migran dan tenggelam beberapa meter di lepas pantai Calabria selatan ketika berusaha mendarat di resor tepi pantai Steccato di Cutro.

Network Feb. 26 sendiri mencakup lebih dari 400 asosiasi yang telah berulang kali meminta pemerintah Italia menyelidiki kebenaran mengenai salah satu kecelakaan kapal migran paling mematikan di Laut Tengah.

Kelompok itu telah berulang kali mengecam kegagalan kebijakan dan dugaan pelanggaran HAM oleh pihak berwenang Italia dan Uni Eropa, yang dianggap merupakan penyebab utama daftar panjang kematian migran yang menghadapi perjalanan berisiko tinggi untuk menuju pesisir Eropa dalam upaya mencari kehidupan yang lebih baik.

Para aktivis juga mengeluhkan penolakan yang diterima sebagian anggota keluarga dan penyintas yang ingin mengunjungi Crotone untuk menghadiri peringatan peristiwa kapal karam itu, karena sulit mendapat perizinan.

Banyak di antara korban tewas maupun selamat yang melarikan diri dari Afghanistan, Irak, Pakistan dan Suriah, dengan harapan dapat bergabung bersama keluarga mereka yang berada di Italia dan negara Eropa Barat lainnya.

Setelah peristiwa kapal karam tersebut, pemerintahan sayap kanan Meloni menyetujui sebuah keputusan yang menetapkan sebuah tindak kejahatan baru, yaitu penyelundupan manusia yang mengakibatkan kematian migran, yang dapat diancam dengan hukuman 30 tahun penjara, dan berjanji akan memperkuat upaya mereka untuk melawan imigrasi ilegal. [rd/jm]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru