Ikut Garap “Kung Fu Panda 4” Yorie Kumalasari Pelajari Budaya China, Garap Adegan Tersulit

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 20 Maret 2024 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Setelah 8 tahun lamanya, DreamWorks kembali merilis film “Kung Fu Panda” terbaru yang ke-4 dengan menampilkan petualangan yang baru dari Po, si panda petarung kung fu. Kali ini Po yang terpilih menjadi pemimpin spiritual harus melatih prajurit yang yang baru.

Suatu hari ia dihadapi oleh Chameleon, seorang penyihir yang kuat yang berusaha mencuri kekuatan dan kemampuan kung fu dari para petarung. Po pun lalu menyadari bahwa ia memerlukan sosok pahlawan yang dapat membantunya melawan sang penyihir.

Gambar yang dirilis oleh Universal Pictures ini menunjukkan karakter Po, disuarakan oleh Jack Black, kiri, dan Zhen, disuarakan oleh Awkwafina, dalam sebuah adegan dari “Kung Fu Panda 4” DreamWorks Animation. (dok: DreamWorks Animation/Universal Pictures melalui AP)

Pengulas film dan video game asal Amerika, Zach Pope yang memiliki lebih dari 48 ribu pengikut di YouTube sempat menyebut dalam ulasannya bahwa “secara keseluruhan film ini mengangkat kembali kehebatan dari “Kung Fu Panda.””

“Beberapa adegan di (film ini) menakjubkan dan itu juga merupakan animasi terbaik yang pernah ada di dalam film waralaba ini,” tambahnya lagi melalui ulasan di YouTube.

Seseorang mengenakan kostum Po saat menghadiri pemutaran perdana film "Kung Fu Panda 4" di Los Angeles, California, AS, 3 Maret 2024. (dok: REUTERS/Mario Anzuoni)

Seseorang mengenakan kostum Po saat menghadiri pemutaran perdana film “Kung Fu Panda 4” di Los Angeles, California, AS, 3 Maret 2024. (dok: REUTERS/Mario Anzuoni)

Film “Kung Fu Panda 4” kembali menggaet aktor Jack Black yang menyuarakan tokoh Po, juga sederetan aktor dan aktris lain seperti Ian McShane yang menyuarakan tokoh Tai Lung, Viola Davis, Awkwafina, dan Ke Hyu Quan.

Situs Forbes menyebut film animasi waralaba ini diprediksi meraup penghasilan lebih dari 2 miliar dolar AS di seluruh dunia, dengan pembukaan di pekan pertama yang mencapai penghasilan domestik hampir 59 juta dolar AS, melebihi film yang ke-2 dan 3.

Menurut situs Associated Press, film Kung Fu Panda 4” berhasil menduduki posisi nomor 1 di Box Office Amerika untuk pekan ke-2 di bioskop, dengan penjualan tiket yang mencapai 30 juta dolar AS.

Seniman Efek asal Surabaya

Studio DreamWorks Animation yang berlokasi di Glendale, tak jauh dari kota Los Angeles di negara bagian California terkenal lewat produksi film-film animasinya yang selalu meledak di Box Office Amerika, antara lain “How to Train Your Dragon,” “The Boss Baby,” “Abominable,” “Trolls,” “Puss in Boots,” dan film waralaba “Kung Fu Panda.”

Yorie Kumalasari, seniman FX (efek)/Effects Lead DreamWorks yang ikut terlibat dalam penggarapan "Kung Fu Panda 4" (dok: Yorie Kumalasar)

Yorie Kumalasari, seniman FX (efek)/Effects Lead DreamWorks yang ikut terlibat dalam penggarapan “Kung Fu Panda 4” (dok: Yorie Kumalasar)

Untuk film Kung Fu Panda 4 ini DreamWorks menggaet seniman efek atau FX (Effects) artist asal Surabaya, Yorie Kumalasari, yang sudah bergabung di perusahaan ini sejak tahun 2018 lalu. Sebagai FX artist di dunia animasi 3 dimensi, Yorie bertugas untuk menciptakan beragam efek seperti api, ledakan, asap, air, dan masih banyak lagi dalam film.

Untuk penggarapan film Kung Fu Panda yang ke-4 ini, Yorie dipercaya menjadi Effects Lead atau sebagai kepala tim, dimana total FX artist yang terlibat melebihi 40 orang.

Sebagai Effects Lead, Yorie mengerjakan proyek film ini lebih awal dari yang lain, dan dipercaya untuk mengerjakan efek dalam 5 sequence atau urutan, termasuk yang paling sulit.

Adegan dengan penggarapan efek tersulit yang menjadi tanggung jawab Yorie (dok: Yorie Kumalasari/DreamWorks Animation/Universal Pictures)

Adegan dengan penggarapan efek tersulit yang menjadi tanggung jawab Yorie (dok: Yorie Kumalasari/DreamWorks Animation/Universal Pictures)

“Saya yang buat effects-nya waktu Chameleon mencuri power dari Tai lung. Itu ada di trailer-nya juga,” cerita Yorie kepada Seleb.News.

“Jadi saya yang buat set up-nya dari awal, saya dapat style frame-nya dari Art Department. Dari situ kita mulai mengerjakan, seperti apa sih jadinya di 3D? Seperti apa bisa bergerak magic-nya? Jadi dihidupkan dari satu gambar itu,” jelas perempuan kelahiran Riau tahun 1981 ini kepada Seleb.News.

Yorie juga mengerjakan efek untuk adegan saat kelopak-kelopak bunga berjatuhan dari pohon buah persik di tempat Po melakukan meditasi.

“Aku yang (mengerjakan) beberapa adegan utama, terus artists lain yang menyelesaikan adegan lain, dengan mengunakan set-up saya itu tadi,” jelasnya.

Efek garapan Yorie Kumalasari dalam film "Kung Fu Panda 4" (dok: Yorie Kumalasari/DreamWorks Animation/Universal Pictures)

Efek garapan Yorie Kumalasari dalam film “Kung Fu Panda 4” (dok: Yorie Kumalasari/DreamWorks Animation/Universal Pictures)

Yorie sendiri mengaku senang bisa menciptakan efek magic atau magis dalam film, yang menurutnya memiliki tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan penggarapan efek yang lain, seperti asap dari cerobong rumah yang bisa selesai dikerjakan dalam kurun waktu satu hingga dua hari.

“Kalau magic bisa sampai satu bulan, dua bulan. Jadi tergantung head effects yang menyebarkan tugas-tugasnya, ‘oh, siapa yang paling pintar buat magic, siapa yang pintar buat ledakan,’” ujar Yorie yang sudah berdomisili di Amerika Serikat sejak tahun 2005 ini.

Ditantang berimajinasi

Walau sudah banyak terlibat dalam penggarapan efek untuk film-film produksi DreamWorks, seperti “How to Train Your Dragon: the Hidden World,” “Abominable,” “Trolls World Tour,” “Croods 2,” dan “Puss in Boots 2,” ini adalah pertama kalinya Yorie ikut serta dalam penggarapan film “Kung Fu Panda.”

Yorie Kumalasari (kiri) dan sutradara "Kung Fu Panda 4," Mike Mitchell (kanan) di acara pemutaran "Kung Fu Panda 4." (dok: Yorie)

Yorie Kumalasari (kiri) dan sutradara “Kung Fu Panda 4,” Mike Mitchell (kanan) di acara pemutaran “Kung Fu Panda 4.” (dok: Yorie)

Sebagai persiapan ia pun lalu menonton film-film “Kung Fu Panda” yang sebelumnya untuk mempelajari ciri khas yang ada.

“(Film Kung Fu Panda) ada ciri khas lebih ke Chinese art, Chinese culture, (karena) ini lokasinya, ceritanya di China. Jadi banyak (pengaruh) dari kebudayaan China, seperti lukisan China, gambar-gambar symbol China, seperti itu. Kalau di film lain kan enggak ada,” kata lulusan S2 jurusan Digital Imaging and Design dari New York University di New York ini.

Yang menarik, film “Kung Fu Panda 4” ini memiliki banyak pesan tersembunyi atau kerap disebut ‘easter eggs,’ seperti simbol-simbol yang nampak pada asap atau efek magisnya atau asap yang dibuat memutar bagaikan lukisan khas China.

Yorie Kumalasari bersama suami di acara pemutaran film "Kung Fu Panda 4" (dok: Yorie Kumalasari)

Yorie Kumalasari bersama suami di acara pemutaran film “Kung Fu Panda 4” (dok: Yorie Kumalasari)

Yorie pun ditantang untuk menggunakan imajinasinya ketika menghidupkan gambar, sehingga terlihat menarik untuk ditonton. Sebagai Effects Lead, Yorie biasanya lalu memberikan berbagai masukan untuk efek yang akan ia buat. Namun, menurutnya imajinasinya belum tentu sama dengan imajinasi dari si penggambar adegan.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

“Biasanya kita dapat gambar ya. Semua orang membayangkan itu beda-beda. Saya membayangkan, ‘oh mungkin belok-belok atau lurus’ gitu ya. Tapi orang lain, yang gambar itu, mungkin dia membayangkannya lain,” jelas lulusan S1 jurusan Teknik Ilmu Komputer dari Universitas Surabaya di Surabaya ini.

Yorie Kumalasari bersama tim FX DreamWorks untuk "Kung Fu Panda 4" (dok: Yorie Kumalasari)

Yorie Kumalasari bersama tim FX DreamWorks untuk “Kung Fu Panda 4” (dok: Yorie Kumalasari)

Kuncinya menurut Yorie adalah saling berkomunikasi untuk mencapai keputusan yang saling disetujui di antara berbagai pendapat yang masuk.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Tantangan yang lain yang juga Yorie hadapi adalah perubahan teknologi dan software yang digunakan untuk film kali ini, mengingat ada jeda waktu 8 tahun dari film yang sebelumnya.

“Jadi kita enggak bisa ambil setup-nya yang lama itu ke software yang baru. Itu enggak bisa jalan. Jadi kita harus mulai dari awal lagi mengikuti effect-nya supaya sama,” kata Yorie.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Terhambat Pemogokan

Proses penggarapan efek untuk film “Kung Fu Panda” ini memakan waktu 6 bulan, yang menurut Yorie cukup singkat, mengingat jadwal yang padat, karena sempat terhambat oleh pemogokan yang dilakukan oleh para sineas dan aktor Hollywood.

“Soalnya aktor-aktornya tidak boleh merekam suara. Jadi kita pakai suara-suara (temporer). Jadi animasinya agak lambat dari (departemen) atas. Dari departemen sebelum kita, animasi, baru kita buat effects-nya,” jelas perempuan yang juga pernah bekerja di Walk Disney Animation Studios ini.

Yorie Kumalasari bersama tim FX DreamWorks untuk "Kung Fu Panda 4" (dok: Yorie Kumalasari)

Yorie Kumalasari bersama tim FX DreamWorks untuk “Kung Fu Panda 4” (dok: Yorie Kumalasari)

Untungnya, proses pemogokan segera berakhir dan para aktor sudah mulai bisa bekerja kembali. Yorie dan timnya pun langsung kebanjiran tugas.

“Jadi animasi mulai banyak kerja, jadi kita dapat shot-shot banyak sekali,” kata Yorie yang juga pernah terlibat dalam penggarapan film “Moana” ini.

Walau perilisannya sempat akan diundur hingga Mei 2024, ternyata film ini bisa terselesaikan untuk bulan Maret ini, mengingat tidak begitu banyak film anak-anak yang dirilis.

Nama Yorie Kumalasari di akhir film "Kung Fu Panda 4" (dok: Yorie Kumalasari)

Nama Yorie Kumalasari di akhir film “Kung Fu Panda 4” (dok: Yorie Kumalasari)

Kerja keras Yorie dan timnya pun pun terbayarkan. Ia merasa senang dan bangga bisa menyelesaikan film ini tepat waktu, terlebih lagi ketika banyak mendapat komentar dari penonton yang melihat namanya terpampang di bagian akhir film.

“Kemarin juga banyak teman-teman di Indonesia yang nge-tag saya di Instagram atau Facebook kalau mereka sudah lihat Kung Fu Panda. Terus mengambil foto nama saya di (film). Jadi seneng banget gitu bisa hubungan dengan teman yang jauh walaupun saya di (Amerika),” ujar Yorie.

Angela Thenaria, kawan Yorie sejak TK di Riau dulu mengatakan ia benar-benar bangga dan terharu saat menonton film “Kung Fu Panda 4” ini.

Angela Thenaria, teman Yorie di Jakarta (dok: Angela Thenaria)

Angela Thenaria, teman Yorie di Jakarta (dok: Angela Thenaria)

“Apalagi lihat nama Yorie di credit title-nya. Dan sangat membanggakan banget, enggak hanya dia sebagai teman saya, tapi juga bangga ada orang Indonesia yang karyanya bisa sukses di Amerika. Dan efeknya keren banget,” kata Angela yang kini berdomisili di Jakarta, kepada Seleb.News.

Sebagai tradisi biasanya DreamWorks Animation mengadakan pesta untuk merayakan perilisan film baru mereka dengan menyulap kampus DreamWorks menjadi sesuai dengan tema filmnya.

“Sehari sebelum rilis di teater kita banyak acara di kantor. Ada mainan-mainan di kampus biar dapat boneka-bonekanya “Kung Fu Panda,” terus makanan-makanan China di kafetaria, seperti dumpling. Menyenangkan!” cerita Yorie.

Setelah “Kung Fu Panda 4,” kini Yorie tengah terlibat dalam penggarapan film animasi “The Wild Robot” arahan sutradara Chris Sanders yang terkenal lewat “How to Train Your Dragon” dan “Lilo and Stich.”

Film yang diadaptasi dari novel karya Peter Brown dengan judul yang sama ini bercerita tentang petualangan robot bernama Roz yang terdampat di sebuah pulau dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan barunya. Rencananya, “The Wild Robot” akan dirilis bulan September mendatang. [di/dw]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru