Hiasan Natal Paper Mache Jadi Sumber Pendapatan Pengrajin di Kashmir

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 2 Desember 2023 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Produk kerajinan tangan kertas atau paper mâché yang diproduksi di wilayah Kashmir yang dikuasai India menjadi salah satu barang terlaris di pasar Amerika dan Eropa menjelang liburan Natal tahun ini.

Tingginya permintaan terhadap produk tersebut menyebabkan para pengrajin membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya dan tentu saja, dedikasi yang tinggi.

Mohammad Iqbal Shah, seorang seniman paper-mâché mengatakan, “Saya telah menjalani ini selama 35 tahun, berkontribusi bersama rekan saya dengan semangat. Namun terlepas dari kerja keras kami, penghasilan yang didapat tidak sesuai dengan kerja keras kami.”

Kashmir di India hanya dihuni oleh sedikit orang Kristen, namun orang-orang dari wilayah tersebut mencurahkan darah dan keringat mereka untuk menyiapkan hadiah untuk perayaan Natal. (Video Seleb.News/ Muheet Ul Islam-Wasim Nabi)

Proses itu dimulai di sebuah bengkel kecil di Srinagar, di mana kertas direndam air, digiling, kemudian dicampur dengan terigu dan lem. Campuran tersebut dicetak dengan cetakan kayu untuk membentuk berbagai objek seperti bola, lonceng dan bintang-bintang, yang kemudian dijemur di bawah sinar matahari.

Objek yang telah kering itu kemudian dikirim ke bagian produksi di mana para pengrajin andal menghias objek itu dengan menggunakan pulpen atau pensil dan mengubahnya menjadi hiasan Natal.

Para pengrajin tersebut mengatakan, mereka membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan untuk memenuhi pesanan berupa bola, topi, bintang dan lonceng Natal yang populer di kalangan pelanggan.

Dekorasi Natal hasil karya warga Kashmir di India. (Video Seleb.News/ Muheet Ul Islam-Wasim Nabi)

Dekorasi Natal hasil karya warga Kashmir di India. (Video Seleb.News/ Muheet Ul Islam-Wasim Nabi)

Mohammad Amir Dar dari Ubaid Handicrafts mengatakan, “Kami menerima pesanan minimal 50 ribu hingga 100 ribu unit dari Eropa dan Amerika. Lebih dari 500 individu bergabung dengan satu pabrik. Semuanya memainkan peranan penting untuk memperkenalkan hasil kerajinan kami di pasar dunia.”

Di kawasan Kashmir yang dikuasai India di mana mayoritas penduduknya adalah Muslim, hanya ada beberapa warga Kristen yang tinggal di sana sehingga permintaan lokal terhadap hiasan Natal itu tidak terlalu tinggi. Para penjual malah mengharapkan penjualan datang dari turis domestik dan internasional yang mengunjungi Lembah tersebut pada musim liburan. Kebanyakan produsen mengekspor produk mereka ke pasar nasional dan internasional untuk memperoleh penghasilan.

Mohammad Meddi dari Showroom Sunbeams mengatakan, “Kami mendapat respons yang besar dari pembeli dan pelanggan internasional. Jika berbicara tentang pendapatan Natal selama beberapa bulan ini, kami mendapat sekitar 20 lakh rupee (hampir $24 ribu – red.).”

Pekerjaan itu tidak berakhir saat Natal berlalu, karena para pengrajin paper-mâché itu juga mempersiapkan berbagai produk untuk hari besar lainnya seperti Paskah dan Halloween.

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru