Fasilitas Pengembangbiakan Ikan Zebra untuk Penelitian Medis di Swedia

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 8 Januari 2024 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Fasilitas itu adalah salah satu unit di Institut Karolinska, sebuah perguruan tinggi terkemuka di dunia yang sering memelopori penelitian-penelitian medis. Fasilitas tersebut, pada satu periode waktu tertentu, biasa menampung sekitar 20.000 ikan zebra.

Ikan zebra (Danio rerio) yang dikembangkan di sini tidak hanya untuk kebutuhan universitas tersebut tapi juga untuk lembaga-lembaga penelitian lain di dalam dan luar negeri.

Lars Brautigam, direktur medis fasilitas tersebut, mengatakan, selama 20 tahun terakhir, ikan kecil ini sering dianggap sebagai organisme contoh untuk penelitian medis.

“Anda dapat menggunakan ikan zebra dalam segala hal mulai dari penelitian kanker, Anda dapat mentransplantasikan sel kanker ke ikan zebra dan menguji obat kanker baru. Anda dapat mempelajari penyakit yang belum diketahui penyebabnya dengan ikan ini,” jelasnya.

Fasilitas inti ikan Zebra di Karolinska Institutet. (Foto: Lars Bräutigam / Karolinska Intitutet)

Brautigam mengatakan, ikan ini disukai dalam penelitian karena mereka berkembang biak dengan cepat dan dalam jumlah besar. Pertumbuhan ikan ini juga luar biasa cepat. Setelah menetas, ikan ini dapat hidup sepenuhnya dan berenang dalam waktu lima hari kemudian. Siklus hidupnya juga sangat pendek.

“Siklus hidup yang pendek memungkinkan Anda menjalankan eksperimen dalam waktu yang sangat singkat karena Anda memiliki organisme yang berkembang sangat cepat dan memberi Anda kesempatan untuk mempelajari perkembangan organ, mempelajari perkembangan otak atau berbagai jenis penyakit kanker dalam waktu yang sangat singkat,” imbuhnya.

Danio rerio dinamai ikan zebra karena tubuhnya memiliki garis-garis pigmen horizontal yang menyerupai garis-garis pada tubuh zebra. Di habitat aslinya, ikan berukuran mungil ini banyak ditemukan pada perairan air tawar India, Bangladesh, Pakistan, Nepal dan Bhutan. Secara kasat mata, ikan ini memiliki warna yang berkilau perak dan biru eksotis. Tak heran, ikan ini banyak diminati sebagai peliharaan.

Di Indonesia, ikan zebra banyak dipelihara sebagai ikan akuarium. Dalam sebuah penelitian, ikan ini dilaporkan memiliki sejumlah keunggulan di antaranya dapat meregenerasi organ, meregenerasi retina, meregenerasi sumsum tulang belakang, meregenerasi bagian otak, dan organ dalam tertentu. Para peneliti menyebut, tiga hari setelah cedera jantung, ikan zebra meningkatkan kadar oksitosin di otaknya sebanyak 18 kali lipat. [ab/uh]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru