Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Sejumlah Staf Masih Jadi Masalah

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 24 Oktober 2023 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (23/10) melaporkan telah mencapai kemajuan dalam upaya mencegah dan menanggapi kasus-kasus pelecehan seksual, tetapi mengakui bahwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh staf WHO masih menjadi masalah.

“Selama dua tahun terakhir ini WHO telah mengintensifkan upaya untuk mencegah dan merespon segala bentuk pelanggaran seksual, eksploitasi seksual dan pelecehan seksual,” ujar Direktur Pencegahan dan Tanggapan terhadap Pelecehan Seksual di WHO, Gaya Gamhewage. “Namun angkanya masih terus meningkat karena alasan sederhana, yaitu belum semua kasus muncul ke permukaan. Jadi untuk beberapa waktu mendatang jumlahnya akan terus meningkat. Tetapi bukan berarti apa yang kita lakukan tidak memberi dampak apapun. Faktanya, apa yang kita lakukan juga mengangkat masalah ini ke permukaan,” tambahnya.

Angka-angka itu tampaknya membuktikan hal tersebut. Selama 12 bulan terakhir, Kantor Layanan Pengawasan Internal atau IOS melaporkan pihaknya sedang menyelidiki 287 tuduhan pelecehan seksual di seluruh wilayah kerja WHO.

Sekitar 83 kasus dari total kasus yang dilaporkan terkait dengan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, di mana 25% warganya diduga pernah dilecehkan oleh personel WHO.

“Sejak tahun 2021, kami telah memasukkan nama 25 tersangka pelaku pelanggaran seksual ke arsip atau data base Clear Check PBB untuk mencegah mereka mendapat pekerjaan di dalam jaringan PBB di masa depan,” kata Direktur IOS Lisa McClennon.

Republik Demokratik Kongo (DRC) mengumumkan wabah Ebola ke-10 pada tanggal 1 Agustus 2018 di provinsi-provinsi bagian timur yang bergejolak di negara itu. Saat WHO menyatakan epidemi ini berakhir pada tanggal 25 Juni 2020, wabah ini telah merenggut 2.299 nyawa.

PBB membuka unit investigasi khusus pada November 2021, yang terutama dipicu oleh skandal seksual yang melibatkan personel PBB dan pihak lain yang merespons wabah Ebola yang mematikan.

Gedung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, 6 April 2021. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse)

McClennon mengatakan 83 tersangka pelaku yang diidentifikasi dalam laporan itu terkait dengan misi tahun 2018-2020 di DRC.

“WHO telah melakukan tindak lanjut yang diperlukan setiap kasus ini, termasuk informasi yang dibagikan kepada otoritas nasional, rujukan ke badan-badan PBB lainnya, dan mengeluarkan surat penutupan kasus kepada mereka yang diduga sebagai subyek,” tambah McClennon. “Meskipun laporan-laporan itu bersifat rahasia, kami mengambil tindakan disipliner untuk kasus-kasus yang terbukti.”

WHO melaporkan jumlah tersangka pelaku pelecehan seksual tertinggi ditemukan di Afrika dan Mediterania Timur. “Kami tidak suka mengungkapkan di mana asal negara staf itu karena kami dapat mengidentifikasi tersangka pelaku dan hal itu justru dapat menganggu jalannya penyelidikan,” ujar Gamhewage. [em/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru