Duka Keluarga Korban Perang Israel-Hamas di AS

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 17 November 2023 - 03:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pada saat korban terus bertambah dalam pertempuran antara Israel dan Hamas, kerabat para korban kekerasan yang ada di Amerika Serikat berduka karena kehilangan teman dan orang yang dicintai. Di New York, Aron Ranen berbincang dengan sejumlah orang yang memiliki ikatan dengan keluarga yang terkait konflik.

“Tidak bisa terbayangkan, kan? Dan ini telah menjadi kenyataan bagi kami. Bulan ini terasa seperti tiga bulan panjangnya, dan lagi, rasanya baru kemarin terjadi,” kata Orna Neutra, warga New York.

Kesedihan itu ditimpali Ronen Neutra yang mengatakan bahwa ketidakpastian yang mereka alami dan juga dialami oleh 240 keluarga lain, benar-benar tidak tertahankan.

FILE – Ronen (Kiri) dan Orna Neutra, orang tua Omer Neutra di New York City, 6 November 2023. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)

Keluarga Neutra berharap bahwa Presiden Joe Biden, yang berbicara kepada mereka melalui Zoom, bisa memastikan kembalinya anak lelaki mereka.

“Awalnya, kami diberitahu bahwa dia akan memberi kami waktu sekitar 10-15 menit. Tapi dia menghabiskan lebih dari satu jam bersama kami dan betul-betul menyatakan komitmen penuhnya dan komitmen penuh pemerintahannya untuk membawa masalah ini ke resolusi, dan seperti yang dia katakan, ini menjadi prioritas utamanya,” kata Ronen Neutra.

Sejumlah orang lain di New York juga harus menghadapi masa-masa sulit. Sami Shaban, warga Amerika keturunan Palestina yang menjadi seorang pengacara dan pebisnis dan tinggal di New Jersey, mengatakan bahwa banyak anggota keluarganya yang telah terbunuh dalam penyerbuan Israel ke Gaza dalam beberapa pekan terakhir.

“Ini adalah paman Muhammad, yang meninggal. Ini adalah istrinya, dan ini adalah seluruh keluarga besarnya, ini sepupu saya Abdullah Muhammad. Setiap orang dalam foto ini telah meninggal. Jadi, saya telah kehilangan total 17 anggota keluarga,” ujar Shaban sambal memperlihatkan foto keluarga besarnya.

Shaban percaya, bahwa konflik ini mungkin bisa berlangsung selama bertahun-tahun. “Kematian mengelilingi mereka. Kehancuran, dan tidak mungkin untuk bisa memahami itu. Apa yang terjadi saat ini hanya akan menjadi sesuatu yang kami rasakan untuk 10, 20, 30 tahun,” tambah Shaban.

Lisa Schirch, professor studi perdamaian di Universitas Notre Dame di Indiana, melihat potensi solusi politis untuk konflik yang sudah berlangsung beberapa dekade itu.

“Menjadi kepentingan Israel untuk memastikan bahwa mereka bisa keluar dari krisis dan periode yang mengerikan ini, kita berbelok di tikungan, kita memiliki paradigma baru dalam hubungan Israel dan Palestina, dan bahwa kita tidak membiarkan generasi anak-anak di Gaza tumbuh dengan kemarahan. Kemarahan itu berubah menjadi mimpi buruk pada 7 Oktober dengan kejahatan perang yang tidak dapat dibenarkan dengan dalih kemarahan apapun. Kemenangan untuk setiap pihak adalah solusi politik yang membawa keamanan dan keselamatan sebenarnya bagi warga Israel dan Palestina,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga mereka di Amerika Serikat menonton apa yang ada di berita, dan terus menunggu. [ns/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru