Dua Tewas Terkait Konsumsi Suplemen Kesehatan di Jepang

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 27 Maret 2024 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Dua kematian dikaitkan dengan kekhawatiran yang berkembang di sektor kesehatan Jepang pada Rabu (27/3) terkait suplemen diet yang dimaksudkan untuk menurunkan kolesterol. Sejauh ini, lebih dari 100 orang dilaporkan telah dirawat di rumah sakit terkait konsumsi suplemen tersebut.

Produsen obat yang menjadi pusat kasus ini, Kobayashi Pharmaceutical, mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya telah mengetahui dua kematian yang mungkin terkait dengan tablet bebas resep milik mereka.

Produsen obat tersebut kemudian menarik tiga merek suplemen – “beni koji choleste help” dan dua produk lain – yang mengandung bahan yang disebut beras ragi merah atau “beni koji.”

Riset medis mengungkapkan bahwa beras ragi merah menjadi alternatif dari statins untuk menurunkan kolesterol tinggi, tetapi juga memperingatkan risiko kerusakan organ, tergantung dari susunan kimianya.

Kobayashi Pharmaceutical mengatakan pada Selasa, bahwa mereka mengetahui perawatan tentang perawatan terhadap 75 orang di rumah sakit dalam kaitannya dengan produk mereka, yang telah perusahaan tersebut tarik setelah muncul komplain terkait kondisi ginjal dari para konsumen.

Laporan-laporan sejumlah media Jepang menyatakan bahwa jumlah perawatan tersebut kini telah naik menjadi 106, tetapi baik produsen obat maupun kementerian kesehatan belum bisa mengonfirmasi angka-angka terakhir itu.

Pihak perusahaan telah memperingatkan bahwa mereka belum mencapai sebuah kesimpulan terkait penyebab yang mengaitkan antara masalah kesehatan yang terjadi dan suplemen produk mereka, yang secara suka rela telah ditarik dari peredaran pada Jumat (22/3) lalu.

Perusahaan tersebut juga memasok beras ragi merah ke sekitar 50 perusahaan lain di Jepang dan dua di Taiwan, kata perusahaan yang berbasis di Osaka itu, yang menjual obat-obat bebas resep dan suplemen.

Lusinan perusahaan Jepang yang menggunakan beras ragi merah dari Kobayashi Pharmaceutical dalam produk mereka juga secara terpisah telah mengumumkan penarikan produk.

Termasuk di dalamnya adalah sake berkilau berwarna merah mawar, saus salad, roti dan “miso” pasta kacang yang digunakan dalam berbagai makanan trasidional, termasuk juga sejumlah tablet-tablet kesehatan. [ns/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru