Dua Harimau Sumatra Dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 7 Maret 2024 - 00:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Dua harimau Sumatra bernama Ambar dan Beru, Rabu (6/3) dilepasliarkan ke habitatnya di zona inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Pelepasliaran itu dilakukan setelah dua harimau Sumatra tersebut telah melewati fase rehabilitasi di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS), Padang Lawas Utara, Sumatra Utara.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan dipilihnya TNGL menjadi tempat pelepasliaran karena kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah konservasi paling penting di bumi.

“Pelepasliaran ini dilakukan di Leuser. Leuser itu di dunia dikenal sebagai keping terakhir bumi yang sekaligus di dalamnya ada empat flagship species yaitu harimau, gajah, orang utan, dan badak,” kata Siti di Medan.

Menteri LHK Siti Nurbaya saat memberikan keterangan pers soal pelepasliaran dua harimau Sumatra di Taman Nasional Gunung Leuser, Rabu 6 Maret 2024. (Courtesy: KLHK).

Dua Harimau Naik Helikopter

Kedua harimau endemik Pulau Sumatra itu dibawa dari Kota Medan menuju kawasan TNGL menggunakan tiga helikopter. Harimau bernama Ambar merupakan betina yang usianya berkisar antara 5-6 tahun. Ambar adalah harimau yang dievakuasi dari Desa Bukitmas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, pada 21 Desember 2022 usai menjadi korban konflik dengan manusia. Lalu, Ambar dibawa ke BNWS untuk direhabilitasi.

Sementara, Beru, harimau Sumatra betina berusia 3-4 tahun diselamatkan dari kawasan hutan lindung di wilayah Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, setelah berkonflik dengan manusia pada Februari 2023. Kemudian, dia dibawa ke BNWS pada April 2023 untuk menjalani rehabilitasi.

Menurut Menteri LHK, harimau merupakan spesies yang menjadi perhatian internasional karena menjadi satwa kharismatik. Bukan hanya itu, harimau juga disebut sebagai flagship species.

“Disebut flagship species atau jenis-jenis satwa strategis sebagai indikator bagusnya bentang alam atau hutan yaitu harimau, gajah, orang utan, dan badak,” ungkap Siti.

KLHK melakukan pelepasliaran Harimau Sumatera bernama Beru Situtung dan Ambar Goldsmith kembali ke habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser. (Twitter/SitiNurbayaLHK)

KLHK melakukan pelepasliaran Harimau Sumatera bernama Beru Situtung dan Ambar Goldsmith kembali ke habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser. (Twitter/SitiNurbayaLHK)

Siti juga menjelaskan sudah lebih dari 500 ribu ekor satwa mulai dari burung, tukik (anak penyu), lumba-lumba, harimau, dan orang utan yang dilepasliarkan ke habitatnya dalam kurun waktu hampir delapan tahun.

“Ini bukan yang pertama kali karena saya juga pernah melepasliarkan harimau di Jambi dan beberapa tempat,” jelasnya.

Pemerintah Diminta Serius Mitigasi Pelepasliaran

Pemerhati satwa dari The Wildlife Whisperer, Arisa Mukharliza, mengatakan pemerintah harus melakukan mitigasi secara serius setelah pelepasliaran dua harimau Sumatra itu. Mitigasi itu perlu dilakukan berkaca dari kasus kematian harimau Sumatra usai dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat pada Juni 2022.

“Apa yang dilakukan pemerintah setelah pelepasliaran? Adakah GPS collar yang terpasang di leher dua harimau yang dilepasliarkan? Tidak ada informasinya juga. Jadi intinya belajar dari pelepasliaran yang pernah terjadi sebelumnya,” katanya kepada Seleb.News.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, didampingi Lord Zac Goldsmith (Senior Fellow di Bezos Earth Fund) mengamati pelepasliaran Harimau Sumatera ke habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser. (Twitter/SitiNurbayaLHK)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, didampingi Lord Zac Goldsmith (Senior Fellow di Bezos Earth Fund) mengamati pelepasliaran Harimau Sumatera ke habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser. (Twitter/SitiNurbayaLHK)

Arisa mengatakan saat ini harimau Sumatra yang hidup di habitatnya berpotensi menghadapi berbagai ancaman mulai dari perburuan hingga konflik dengan manusia.

“Semua sudah ada strategi dan solusi saat berbicara soal perburuan. Tapi setiap strategi analisa dari peristiwa yang terjadi apakah berjalan baik saat di daerah. Menjadi tantangan bagaimana tanggung jawab Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK yang ada di daerah,” ujarnya.

Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) termasuk satwa liar dilindungi berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Mengutip data dari KLHK, populasi harimau Sumatra yang hidup di habitat aslinya diperkirakan mencapai 600 ekor pada tahun 2019.

Menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam atau IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) harimau Sumatra termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah. [aa/em]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru