Diundang Presiden Xi, Sejumlah Siswa SMA Iowa Berkunjung ke China

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 9 Februari 2024 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Cole Loos, seorang siswa di SMA di Muscatine, Iowa, belum pernah melakukan perjalanan ke luar negeri sebelumnya ketika ia ditanya pada Januari lalu “Apakah kamu mau pergi ke China?”

“Saya beruntung saya telah memiliki paspor untuk berangkat,” kata Loos kepada Seleb.News.

Loos akhirnya mengetahui bahwa tanggal keberangkatan pada undangan tersebut sangat dekat. Ia dan 24 siswa dari sekolahnya hanya memiliki waktu kurang dari 10 hari untuk bersiap-siap melakukan perjalanan.

“Semuanya serba dadakan,” ujar Loos.

Trip tersebut memang dadakan, namun bukanlah sebuah kebetulan.

Pada 1985, Sarah Lande menjadi tuan rumah untuk sekelompok tamu dari China yang berkunjung ke Muscatine selama beberapa hari ketika mereka melaksanakan tur penelitian agrikultur di AS. Salah satu tamu tersebut adalah Xi Jinping, yang kini menjadi presiden Republik Rakyat China. Saat itu Xi menjabat sebagai sekretaris komite partai dari wilayah Zhengding di provinsi Hebei. Lande membantu mengatur kunjungannya selama di Muscatine.

“Saya rasa hal baik akan datang ketika kamu menjadi teman baik bagi orang-orang,” ujar Lande dalam wawancara di rumahnya di Muscatine baru-baru ini. Pada 2012, Xi, yang saat itu telah menjadi wakil presiden China, mengunjungi “teman lamanya” dari Iowa.

“Teman lama” merupakan istilah umum yang digunakan oleh Partai Komunis China sebagai bentuk penghormatan terhadap warga asing yang telah membantu kepentingan mereka. Istilah tersebut juga merupakan bentuk ekspresi nostalgia untuk rekan atau teman lama.

Dalam reuni pada 2012 lalu, Xi dan Lande menghabiskan waktu di rumah Lande mengenang pertemuan mereka sekitar 30 tahun yang lalu.

Pada November lalu, Lande diundang untuk makan malam di sela KTT APEC di San Francisco. Dalam pidatonya pada acara tersebut, Xi mengungkapkan keinginannya untuk menyambut ribuan siswa AS ke China, dan hal itu memicu Lande untuk menuliskan sebuah surat kepada “teman lamanya” itu.

“Saya mendapatkan balasan dari surat itu,” katanya.

Lande lalu memanfaatkan kesempatan itu untuk mengikutsertakan SMA di Muscatine.

“Saya harap Muscatine bisa jadi bagian dari upaya ini. Jadi hal itu mungkin menjadi pemicu untuk undangan ini,” kata Lande.

Harian China Daily pada bulan Januari lalu melaporkan bahwa Xi menyampaikan undangan pribadi kepada para siswa dan staf SMA Muscatine untuk datang ke China.

Undangan tersebut, yang semua biayanya ditanggung pemerintah China, datang dengan sejumlah syarat. Para siswa menghabiskan delapan hari mengunjungi siswa-siswa lokal, berkeliling area tembok China dan sejumlah kota dan situs terkenal lainnya, dan berpartisipasi dalam sebuah konferensi untuk para siswa agar dapat mempelajari bahasa Mandarin.

Trip tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China terkait sejumlah hal seperti cukai yang dikenakan terhadap Partai Komunis China dalam masa pemerintahan Trump, isu pelanggaran HAM Uyghur, serta hubungan China dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menghangat di tengah perang di Ukraina.

“Kedua negara kita, Anda bisa katakan, ingin menjadi yang terbaik,” ujar Lande. “Saya pikir tantangan kita adalah meningkatkan keingintahuan dan pemahaman dan mencari cara untuk dapat bekerja sama.”

Ia mengatakan perjalanan dan pertukaran budaya akan menjembatani dan mendorong dialog yang dapat berujung pada perubahan. [jm/em/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru