Dianggap Ekstremis, Mahkamah Agung Rusia Larang Gerakan LGBT 

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 1 Desember 2023 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Mahkamah Agung Rusia memutuskan bahwa aktivis LGBTQ harus ditetapkan sebagai “ekstremis.”

Perwakilan kelompok gay dan transgender khawatir keputusan yang diterbitkan pada hari Kamis (30/11) akan berujung pada penangkapan dan tuntutan hukum terhadap mereka yang berbicara lantang membela komunitasnya.

Wartawan Reuters di Mahkamah Agung Rusia mendengar bahwa pengadilan tertinggi itu mengumumkan persetujuannya pada permohonan kementerian kehakiman untuk mengakui apa yang mereka sebut “gerakan sosial LGBT internasional” sebagai ekstremis dan melarang kegiatannya.

Aktivis seperti Alexei Sergeyev, yang berbicara kepada Reuters pada Sabtu (25/11) lalu, menganggap keputusan itu tak terhindarkan.

Ia mengatakan, keputusan itu akan melucuti dukungan bagi banyak masyarakat LGBT.

“…Banyak kegiatan yang ditujukan untuk mendukung komunitas itu, baik bantuan psikologis, bantuan hukum, perlindungan orang, kegiatan ini semacam pertemuan di mana Anda bisa tinggal duduk sambil minum teh. (Mulai sekarang) semua kegiatan ini akan dilakukan diam-diam dan saya yakin bahwa, sayangnya, akan ada banyak orang yang tidak dapat menerima bantuan. Mereka bisa melakukan bunuh diri atau berakhir dalam kondisi yang buruk, lebih sering minum (alkohol) dan merokok, dan seterusnya, berusaha melarikan diri dari kenyataan ini.”

Keputusan itu menjadi bagian dari sebuah pola di mana terjadi peningkatan tindakan pembatasan terhadap bentuk ekspresi orientasi seksual dan identitas gender di Rusia.

Tindakan yang dimaksud termasuk undang-undang yang melarang promosi hubungan seksual “non-tradisional” dan larangan melakukan perubahan gender, baik secara hukum maupun medis.

Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan dukungan Gereja Ortodoks, telah sejak lama memproyeksikan negaranya sebagai penjaga nilai-nilai moral tradisional.

Hal itu kontras dengan masyarakat Barat yang ia gambarkan sebagai masyarakat yang mengalami kemerosotan karena menoleransi “parade gay” dan menerima “lusinan jenis gender.”

Lebih dari 100 kelompok dilarang di Rusia dan dicap sebagai “ekstremis.”

Kelompok yang lebih dulu digolongkan sebagai ekstremis antara lain gerakan keagamaan Saksi Yehuwa (Jehovah’s Witnesses) dan organisasi yang terkait dengan politikus oposisi Alexei Navalny, yang menjadi awal terjadinya aksi penangkapan. [rd/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru