Diadaptasi dari Komik, Film “Concrete Utopia” Angkat Tema Kemanusiaan di Tengah Kehancuran Seoul

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 28 November 2023 - 06:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Berlatar belakang di Seoul, Korea Selatan, film “Concrete Utopia” arahan sutradara Um Tae-hwa bercerita mengenai kehidupan pasca gempa dahsyat yang melanda kota tersebut. Gempa itu menghancurkan seluruh bangunan di Seoul, kecuali gedung apartemen Hwang Gung yang masih kokoh berdiri.

Gedung apartemen tersebut lantas menjadi “utopia” tempat berlindung yang terlihat nyaris sempurna bagi para penduduknya, dan warga lain yang berharap bisa ikut tinggal di sana untuk bertahan hidup.

Sutradara Um Tae-hwa di ajang pemutaran perdana “Concrete Utopia” di Toronto International Film Festival, Kanada (REUTERS)

Diadaptasi dari bagian kedua dari komik daring Webtoon “Cheerful Outcast,” karya Kim Soong-Nyung, yang berjudul “Cheerful Neighbor,” sutradara Um Tae-hwa mengaku bahwa sejak awal ia memang selalu tertarik dengan seluk beluk pembangunan apartemen di Korea.

“Saya selalu membayangkan kenapa (apartemen di Korea) dibangun dengan tipe yang sama dan kerap dihancurkan dan dibangun kembali,” jelas sutradara Um Tae-hwa lewat wawancara dengan Seleb.News Indonesia belum lama ini.

Apartemen di Korea

Tinggal dan hidup di gedung apartemen bertingkat adalah hal yang lazim di Korea Selatan. Penghancuran dan pembangunan kembali apartemen di Korea juga merupakan hal yang biasa dilakukan, jika apartemen tersebut dianggap sudah tidak layak huni.

Tergantung pada kontrak, para penghuninya biasanya diberikan sejumlah biaya untuk mencari tempat tinggal yang baru. Tak jarang mereka diberikan hak istimewa untuk kembali ke apartemen mereka setelah pembangunan selesai, dengan syarat bisa membayar biaya yang lebih tinggi.

Kalau cerita komik aslinya menyoroti kepada para penghuni yang datang ke apartemen setelah dibangun dan menggambarkan ketakutan mereka, Um Tae-hwa memilih untuk fokus kepada tema apartemen itu sendiri dan menunjukkan reaksi orang-orang terhadap situasi yang ekstrim ini.

“Saya ingin menunjukkan kepada (penonton) secara bertahap bagaimana (orang-orang ini) bertransformasi. Saya rasa film ini merangkum (kehidupan) masyarakat Korea dan sentimen di sekitarnya,” ujar Um Tae-hwa.

Um Tae-hwa pun juga memperkaya naskah film ini dimana ia juga terlibat dalam penulisannya, dengan adanya langkah pengusiran dari para penghuni asli apartemen Hwang Gung terhadap warga dari luar.

Tidak hanya itu, para penghuni apartemen ini lalu menciptakan kelompok dan menunjuk salah satu dari mereka untuk dijadikan pemimpin atau delegasi dari para penghuni dan pengambil keputusan.

“Menurut saya ini lebih memperlihatkan sifat manusia, sisi naluri manusianya, dan menurut saya itu adalah latar belakang yang bagus untuk menggambarkan hal ini,” kata sutradara berusia 42 tahun ini.

“Mereka bersatu dan itu berarti memiliki musuh dari luar. Mereka melawan bersama-sama dan itulah yang membuat grup ini menjadi lebih solid,” tambahnya.

Tampilkan Aktor Terkenal

Film “Concrete Utopia” menampilkan aktor kawakan asal Korea Selatan, Lee Byung-hun yang belum lama ini memenangkan penghargaan aktor terbaik di ajang Blue Dragon Film Awards ke-44 di Korea Selatan atas perannya dalam film ini.

“Kalau Anda berbicara mengenai Lee Byung-hun, mungkin semua sutradara di Korea ingin bekerjasama dengannya,” kata Um Tae-hwa yang juga memenangkan penghargaan sutradara terbaik untuk film “Concrete Utopia” dalam ajang Blue Dragon Film Awards ke-44.

Aktor Korea Selatan, Lee Byung-hun saat menghadiri acara karpet merah di ajang Blue Dragon Film Awards 2024 di Seoul, Korea Selatan (AP)

Aktor Korea Selatan, Lee Byung-hun saat menghadiri acara karpet merah di ajang Blue Dragon Film Awards 2024 di Seoul, Korea Selatan (AP)

Aktor Lee Byung-hun yang berusia 50 tahun dan dikenal lewat perannya dalam serial seperti “Squid Game” dan “Mr. Sunshine,” juga perannya sebagai Storm Shadow dalam film waralaba G.I. Joe, memerankan tokoh Kim Young-tak, delegasi dari para penghuni apartemen Hwang Gung.

Tokoh Young-tak sendiri digambarkan dalam berbagai sisi, dimana penonton pada akhirnya bisa memiliki perspektif yang berbeda, tergantung pada siapa mereka berempati.

Sutradara film "Concrete Utopia," Um Tae-hwa saat diwawancara oleh Seleb.News Indonesia (dok: zoom)

Sutradara film “Concrete Utopia,” Um Tae-hwa saat diwawancara oleh Seleb.News Indonesia (dok: zoom)

Secara perlahan Um Tae-hwa yang awalnya digambarkan sebagai sosok orang biasa berubah menjadi seperti seorang diktator di akhir film.

“Ini menunjukkan transformasi peran yang sangat ekstrim. Saya kira aktor yang benar-benar dapat memerankan karakter itu adalah Lee Byung-hun,” ujar Um Tae-hwa.

Film “Concrete Utopia” juga menampilkan aktor Park Seo-joon yang terkenal lewat berbagai serial drama korea, seperti “Itaewon Class” dan “Record of Youth.” Aktor berusia 34 tahun ini juga belum lama ini tampil dalam film “Dream” dan “The Marvels.”

Aktor Park Seo-joon memerankan tokoh bernama Min-seong yang tinggal di apartemen Hwang Gung bersama istrinya, Myeong-hwa, diperankan oleh aktris Park Bo-young. Mengawali karirnya pada tahun 2006, Park Bo-young banyak membintangi film, antara lain “Scandal Makers” dan “A Werewolf Boy,” juga serial drama korea, seperti “Daily Dose of Sunshine”.

“Park Seo-joon dan Park Bo-young membaca naskahnya dan mereka tertarik untuk terlibat dalam proyek (film) ini. Saya mengenal mereka dan nama-nama mereka ada dalam pikiran saya. Tapi ketika mendengar mereka mau terlibat dalam film ini, walau film saya sebelumnya tidak begitu berhasil secara komersial, saya pikir naskah film ini kuat dan saya percaya diri,” jelas Um Tae-hwa.

Perwakilan ke Oscar 2024

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Film “Concrete Utopia” sudah tampil di berbagai festival film dan berhasil memenangkan penghargaan di berbagai ajang film bergengsi, salah satunya Toronto International Film Festival. Tak pernah terpikir oleh Um Tae-hwa bahwa filmnya ini akan menarik perhatian penonton global.

Awalnya ia hanya membuat film ini untuk para penonton di Korea dan menyisipkan banyak sekali elemen Korea di dalamnya, yang bisa mengena di hati para penonton.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Tapi pada akhirnya, ini sentimen yang mendasari (film ini) adalah bahwa (cerita dalam film ini) merupakan pertentangan antara nilai-nilai kelangsungan hidup dan kemanusiaan. Jadi menurut saya di negara mana pun Anda dapat menggantinya dengan situasi apa pun yang dialami negara tersebut, sehingga Anda dapat melihatnya dari perspektif universal,” jelasnya.

Menurut Um Tae-hwa, inilah yang membuat film ini menarik. Walau ini bukanlah film yang menceritakan dunia yang realistis, namun penonton masih bisa melihat adanya kesamaan dari tema dalam film ini dengan kehidupan mereka.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.
Park Seo-joon menghadiri ajang Toronto International Film Festival, Kanada (REUTERS)

Park Seo-joon menghadiri ajang Toronto International Film Festival, Kanada (REUTERS)

Film “Concrete Utopia” kini sudah terpilih resmi mewakili Korea Selatan untuk berkompetisi meraih nominasi di ajang Academy Awards atau Oscar ke-96 mendatang di kategori film internasional terbaik.

“Masih banyak yang harus dilakukan,” ujar Um Tae-hwa.

“Tapi saya akan berusaha melakukan yang terbaik. Secara pribadi, menurut saya ini adalah kesempatan sekali dalam seumur hidup. Saya merasa bersyukur dan senang akan kesempatan ini,” tambahnya.

Hampir 100 negara telah mendaftarkan filmnya untuk berkompetisi meraih nominasi di kategori film internasional terbaik ajang Academy Awards mendatang, termasuk Indonesia, yang mendaftarkan film “Autobiography” arahan sutradara Makbul Mubarak.

Untuk sebuah film bisa meraih nominasi di ajang Academy Awards pun tidak mudah. Perlu adanya upaya agar film tersebut bisa menarik perhatian para anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (A.M.P.A.S), yang akan menonton dan menilainya.

Jalan Menuju Nominasi Oscars

Menurut Narottama Notosusanto, pengamat dan produser film yang juga berprofesi sebagai guru di Jakarta International School, sebuah film harus sudah memiliki nama atau reputasi untuk bisa dilirik, hingga akhirnya memiliki kesempatan untuk meraih nominasi Oscars.

Salah satunya dengan masuk ke berbagai festival film internasional yang menurut pengamatannya, walau “sulit mencapainya, tapi begitu tercapai, jalannya langsung lancar.”

“Yaitu menang di Cannes (red.festival film Cannes) atau masuk nominasi Cannes, masuk di Berlin (red.festival film Berlin), masuk di Venice (red.festival film Venesia). Toronto juga sekarang sudah menjadi barometer (red.festival film internasional Toronto),” jelas Narottama Notosusanto kepada Seleb.News.

Narottama Notosusanto, pengamat/produser film, sekaligus pengajar di Jakarta International School, Jakarta (dok: Zoom)

Narottama Notosusanto, pengamat/produser film, sekaligus pengajar di Jakarta International School, Jakarta (dok: Zoom)

Narottama Notosusanto yang selalu mengamati ajang Academy Awards, khususnya di kategori film internasional mengatakan meski sederetan film-film ini sudah punya nama, mereka kerap masih perlu mengeluarkan dana yang besar untuk memasang iklan di berbagai media, seperti Variety dan Hollywood Reporter, untuk bisa bersaing dengan film-film dari negara lain.

Selain sudah ditayangkan di Toronto International Film Festival, hingga kini film “Concrete Utopia” juga sudah masuk ke Sitges International Film Festival ke-56 di Spanyol, Hawaii International Film Festival di AS, dan International Film Festival of India ke-54.

Namun, yang tidak kalah penting menurut Narottama Notosusanto adalah apakah nantinya para anggota A.M.P.A.S ini bisa menemukan hubungan atau kesamaan dalam film yang ditonton.

“’Saya bisa relate atau enggak?’ Kalau kita bertahun-tahun cenderung menuduh, ‘ah orang Amerika ini milihnya yang dekat-dekat, temannya saja nih, Prancis, Italia, Jerman, tapi ternyata tiba-tiba ada Iran (membawa film), “Separation.” Tiba-tiba ada “Parasite” (red.fillm Korea). Saya melihat, apa yang sama? Benang merahnya itu cerita urban,” tambahnya.

Pihak A.M.P.A.S. menyebut bahwa nominasi Academy Awards ke-96 akan diumumkan tanggal 23 Januari 2024 mendatang. Ajang Academy Awards ke-96 sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 10 Maret 2024 waktu Los Angeles, California, dengan menampilkan kembali pembawa acara Jimmy Kimmel.

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru