Berita Palsu dan Kebencian di Medsos Perburuk Sentimen Anti-Rohingya di Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 4 Februari 2024 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Ratusan pengungsi Rohingya tiba dengan perahu reyot di Indonesia bagian barat pada akhir tahun lalu setelah berlayar dari kamp-kamp kumuh di Bangladesh selama berminggu-minggu. Namun, saat mereka berlabuh di pantai, mereka ditolak dan diusir dari wilayah tersebut.

Kelompok minoritas Myanmar tersebut sebelumnya disambut baik di Aceh, dan banyak penduduk setempat yang bersimpati karena sejarah panjang perang mereka. Namun gelombang pengungsi yang mencapai lebih dari 1.500 orang dalam beberapa bulan terakhir mendapat perlakuan berbeda.

Serentetan informasi salah daring memicu apa yang menurut para pakar adalah meningkatnya sentimen anti-Rohingya yang mencapai titik puncaknya dengan penolakan, ujaran kebencian, dan serangan.

Pada Desember, ratusan mahasiswa merangsek gedung pertemuan milik pemerintah di Banda Aceh yang menampung 137 warga Rohingya. Mereka meneriakkan yel-yel, menendang barang-barang pengungsi dan menuntut mereka dideportasi. Para pengungsi tersebut kemudian direlokasi.

Para mahasiswa memegang spanduk bertuliskan “tolak Rohingya” saat berdemonstrasi menentang kedatangan pengungsi Rohingya di Banda Aceh pada 27 Desember 2023. (Foto: AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN)

“Serangan ini bukan tindakan yang terjadi begitu saja, tetapi merupakan hasil dari kampanye online yang terkoordinasi yang berisi misinformasi, disinformasi, dan ujaran kebencian,” kata Badan Pengungsi PBB (UNHCR).

Di media sosial, video anti-Rohingya menyebar sejak akhir tahun lalu, mencapai lebih dari 90 juta penayangan di TikTok saja pada November, menurut Hokky Situngkir, analis TikTok di Bandung Fe Institute.

Hal tersebut bermula setelah beberapa media lokal memberitakan kedatangan Rohingya dengan judul yang sensasional, kata Situngkir.

Pemberitaan tersebut menggambarkan sebagian besar Muslim Rohingya sebagai penjahat berperilaku buruk. Sejumlah tokoh masyarakat turut memperkuat narasi ini.

Perempuan etnis Rohingya berlindung di bawah tenda dekat pantai tempat mereka mendarat pada 10 Desember di Pidie, Aceh, 16 Desember 2023. (Foto: AP)

Perempuan etnis Rohingya berlindung di bawah tenda dekat pantai tempat mereka mendarat pada 10 Desember di Pidie, Aceh, 16 Desember 2023. (Foto: AP)

Beberapa pengguna TikTok menyebarkan ulang artikel-artikel dan video-video sensasional tersebut, untuk menghasilkan lebih banyak tayangan dan ‘fulus.’

“Terkadang sensasinya terlalu besar, ternyata informasinya salah,” kata Situngkir kepada AFP.

Tampaknya Terkoordinasi

Presiden Joko Widodo memerintahkan penindakan tegas terhadap pelaku perdagangan manusia yang bertanggung jawab atas penyelundupan warga Rohingya. Ia mengatakan “bantuan kemanusiaan sementara akan diberikan” kepada para pengungsi dengan tetap memprioritaskan komunitas lokal.

Namun beberapa hari setelah penyerangan terhadap tempat penampungan pengungsi, TNI Angkatan Laut justru mengusir perahu Rohingya mendekati pantai Aceh.

Indonesia memang bukan negara penandatangan konvensi pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sehingga pemerintah meminta negara-negara tetangga untuk berbuat lebih banyak dalam menerima pengungsi Rohingya.

Di TikTok, puluhan akun palsu UNHCR membanjiri video Rohingya dengan sejumlah komentar.

“Jika Anda tidak mau membantu, berikan saja mereka satu pulau kosong agar mereka bisa tinggal di sana,” salah satu tulisan yang disajikan seolah-olah ditulis oleh akun UNHCR yang sebenarnya.

Sebuah postingan memuat laporan bahwa Wakil Presiden Ma’ruf Amin sedang mempertimbangkan untuk memindahkan para pengungsi ke sebuah pulau dilihat tiga juta kali.

Sebuah akun terverifikasi menulis di bawahnya: “Tidak! Lebih baik mengusir mereka, tidak ada gunanya melindungi mereka.”

Ismail Fahmi, analis monitor media sosial Drone Emprit, mengatakan kepada AFP bahwa narasi tersebut “tampaknya terkoordinasi” tetapi disajikan seolah-olah “itu organik”.

Kapal yang digunakan 139 pengungsi Rohingya mengarungi lautan dan berlabuh di pesisir Le Meulee, Kota Sabang, Aceh. (Foto: Seleb.News/Anugrah Andriansyah)

Kapal yang digunakan 139 pengungsi Rohingya mengarungi lautan dan berlabuh di pesisir Le Meulee, Kota Sabang, Aceh. (Foto: Seleb.News/Anugrah Andriansyah)

Kampanye tersebut dimulai dengan kiriman teks dari akun anonim, kemudian beberapa pengguna yang memiliki banyak pengikut membalas dengan pesan anti-Rohingya, membuat narasi tersebut menjadi trending, katanya.

Penduduk setempat mengatakan media sosial membuat sentimen anti-Rohingya menyebar luas. Namun hal ini tidak tercermin di Aceh sehari-hari.

“Tampaknya hal ini sangat besar jika kita mengamatinya di media sosial,” kata Sekretaris Jenderal Komunitas Nelayan Aceh Azwir Nazar, seraya mengakui bahwa para pembela Rohingya di dunia maya diperlakukan sebagai “musuh bersama”.

Namun, katanya, “Pada kenyataannya, dalam kehidupan kita sehari-hari, segala sesuatunya tampak normal.”

Narasi Pemilu

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Beberapa video yang paling banyak dilihat menjajakan informasi salah menunjukkan kapal-kapal yang penuh sesak mengaku sebagai kapal yang membawa warga Rohingya ke Indonesia.

Rekaman tersebut, yang ditonton jutaan kali di TikTok, sebenarnya menunjukkan penumpang feri di rute domestik Bangladesh, menurut investigasi AFP Fact Check.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Video lain mengklaim warga Rohingya merusak pusat pengungsi di Jawa Timur.

Investigasi AFP Fact Check membantah klaim tersebut melalui wawancara dengan pihak berwenang. Mereka mengatakan bahwa pelakunya bukan orang Rohingya.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Video-video tersebut diunggah di TikTok dan platform video Snack, kemudian dikirim ulang di situs media sosial lain seperti Facebook dan oleh media lokal dengan jutaan pengikut, sehingga meningkatkan jangkauan informasi yang salah, demikian temuan tim AFP Fact Check.

AFP, bersama dengan lebih dari 100 organisasi pengecekan fakta, dibayar oleh TikTok dan induk Facebook, Meta, untuk memverifikasi video yang berpotensi berisi informasi palsu.

Kedua organisasi tersebut menolak permintaan komentar AFP.

Beberapa video dan komentar juga terkait dengan pemilihan presiden pada bulan ini.

Para pengunjuk rasa memegang poster saat mengelar demonstrasi di Sabang, Aceh, Senin, 18 Desember 2023. (Foto: AP)

Para pengunjuk rasa memegang poster saat mengelar demonstrasi di Sabang, Aceh, Senin, 18 Desember 2023. (Foto: AP)

Beberapa orang mencemooh calon presiden Anies Baswedan, dengan mengatakan bahwa dia mendukung Rohingya karena dia merekomendasikan mereka untuk ditempatkan “di tempat terpisah” untuk menghindari konflik.

Yang lain memuji capres nomor 2 Prabowo Subianto, yang mengatakan Indonesia harus “memprioritaskan rakyat kita”.

Namun dalam beberapa debat capres sejauh ini, para kandidat tidak menyebut migrasi Rohingya.

Bagi sebagian orang di Aceh, perasaan anti-Rohingya berasal dari rasa frustrasi atas kurangnya solusi pemerintah.

Namun postingan anti-pengungsi yang dibesar-besarkan membuat mereka bertanya-tanya apakah perasaan itu tulus.

“Hanya Allah yang tahu apakah (kiriman teks dan video) itu semua [dilakukan oleh] manusia,” kata Nazar.

“Atau mungkin, dengan teknologi sekarang, mungkin melibatkan AI (kecerdasan buatan -red) atau robot,” tukasnya. [ah/ft]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru