Ayam Kaki Naga, Hidangan Lezat Tahun Baru di Vietnam

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 9 Februari 2024 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Ayam Dong Tao Vietnam bukanlah ayam broiler biasa. Dengan kaki yang sangat besar, gempal, dan bersisik, unggas jenis itu juga dikenal sebagai ayam “kaki naga” dan selama beberapa generasi telah dianggap sebagai makanan favorit di Vietnam, khususnya selama musim liburan Tahun Baru yang dikenal sebagai Tet di negara itu.

Dengan berat hingga enam kilogram ketika sudah dewasa, unggas ini juga dipercaya membawa keberuntungan dan kekayaan bagi pemiliknya.

Di desa Dong Tao sekitar 30 kilometer arah tenggara dari Hanoi, ayam tersebut diternakkan secara eksklusif, dan peternak Nguyen Thi Hong Nhung adalah generasi ketiga di keluarganya yang memproduksi jenis ayam khusus itu.

Seorang perempuan memegang ayam Dong Tao, yang juga dikenal sebagai “Ayam Naga”, di desa Dong Tao, di provinsi Hung Yen, Vietnam, 31 Januari 2024. (REUTERS/Minh Nguyen)

Ia mengatakan meskipun ayam ‘kaki naga’ mudah dipelihara karena mengonsumsi pakan yang sama dengan ayam biasa, harganya jauh lebih mahal.

“Bagian yang paling berharga dari ayam ini adalah kakinya yang berukuran besar. Sementara ayam ras lain hanya perlu dipelihara sekitar beberapa bulan, ayam Dong Tao harus dipelihara setidaknya selama setahun. Semakin tua semakin besar kakinya. Nilai jual ayam itu mahal, terutama karena kakinya,” kata Nhung.

Ayam Dong Tao biasanya menghasilkan sekitar 100 telur per tahun, yang kemudian dipisahkan oleh peternak dari sang induk untuk mencegah agar telur tidak hancur karena berat tubuhnya. Ayam-ayam jantannya bahkan ditempatkan di kandang-kandang tersendiri agar tidak berkelahi dan saling melukai.

Dewasa ini, permintaan terhadap ayam spesial yang sebelumnya disediakan khusus untuk keluarga kerajaan, telah meningkat tajam di kalangan masyarakat kaya di Vietnam, salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia.

Anak ayam Dong Tao (juga dikenal sebagai "Ayam Naga") terlihat di desa Dong Tao, di provinsi Hung Yen, Vietnam, 31 Januari 2024. (REUTERS/Minh Nguyen)

Anak ayam Dong Tao (juga dikenal sebagai “Ayam Naga”) terlihat di desa Dong Tao, di provinsi Hung Yen, Vietnam, 31 Januari 2024. (REUTERS/Minh Nguyen)

Beberapa tahun yang lalu, para peternak mengatakan harga ayam jantan Dong Tao dewasa mencapai $2.000 per ekor. Namun setelah perekonomian melemah dan pasokannya meningkat, seekornya kini berharga sekitar $450, angka yang setara dengan pendapatan sebulan penuh seseorang di Vietnam, menurut laporan pendapatan pemerintah pada tahun 2023.

Ayah Nhung, Nguyen Nhu Ngoc, mengatakan, harga ayam itu sebanding dengan kelebihannya.

“Ayam Dong Tao ini sungguh berharga. Apapun bagian ayamnya, jika disantap, rasanya enak dan memuaskan. Dagingnya juicy dan manis dengan aroma tersendiri. Agar dagingnya enak dan wanginya khas, ayam ini harus dibiarkan tumbuh 10 bulan sampai setahun,” jelasnya.

Sekitar 800.000 ekor ayam khusus tersebut saat ini diternakkan di Dong Tao dan desa-desa sekitarnya di distrik Khoai Chau di provinsi Hung Yen bagian utara, naik dari sekitar 500.000 ekor pada tahun 2016, menurut para pejabat.

Dengan penjualan diperkirakan mencapai puncaknya selama Tet, Nhung, yang sebagian besar menjual ayamnya secara online dan melakukan sebagian besar pemasarannya melalui video TikTok, optimistis akan menjual banyak ayam Dong Tao kali ini. [ab/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru