“Apartheid” Israel Terhadap Palestina Lebih Buruk dari Afrika Selatan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 21 Februari 2024 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Israel menerapkan versi apartheid yang lebih ekstrim di wilayah Palestina dibandingkan yang diterapkan di Afrika Selatan sebelum tahun 1994, kata Pretoria kepada Mahkamah Internasional, Selasa (20/2).

“Kami sebagai warga Afrika Selatan menyaksikan, mendengar, dan merasakan secara mendalam kebijakan dan praktik diskriminatif tidak manusiawi yang dilakukan oleh rezim Israel sebagai bentuk apartheid yang lebih ekstrem yang dilembagakan terhadap warga kulit hitam di negara saya,” kata Vusimuzi Madonsela, Duta Besar Afrika Selatan untuk Belanda, tempat Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) bermarkas.

Lima puluh dua negara menyatakan sikap di ICJ diminta memberikan “opini” yang tidak mengikat mengenai implikasi hukum dari pendudukan Israel di wilayah Palestina. Langkah ini belum pernah terjadi sebelumnya

“Jelas bahwa pendudukan ilegal Israel juga dilakukan sebagai pelanggaran terhadap kejahatan apartheid… Hal ini tidak dapat dibedakan dari kolonialisme pada pemukim. Apartheid Israel harus diakhiri,” kata Madonsela.

Dia mengatakan Afrika Selatan mempunyai “kewajiban khusus” untuk mengutuk apartheid di mana pun hal itu terjadi dan memastikan hal itu “segera diakhiri.”

Kasus ini terpisah dari kasus penting yang diajukan oleh Pretoria terhadap Israel atas dugaan genosida dalam serangan Israel di Gaza saat ini.
Dalam kasus itu, ICJ memutuskan bahwa Israel harus melakukan segala dayanya untuk mencegah tindakan genosida di Gaza dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan.

Sidang dimulai pada hari Senin dengan kesaksian selama tiga jam dari para pejabat Palestina, yang menuduh penjajah Israel menjalankan sistem “kolonialisme dan praktik apartheid”.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki mendesak para hakim untuk menyerukan diakhirinya pendudukan “segera, secara total dan tanpa syarat”.

ICJ menyidangkan perselisihan antar negara. Namun, badan dunia itu juga diminta untuk memberikan pendapat hukum mengenai suatu topik hukum internasional.

Israel tidak mengikuti sidang itu, tetapi mengirimkan pernyataan tertulis yang menggambarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ke pengadilan itu “merugikan” dan “tendensius.”

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa konflik tersebut harus diselesaikan melalui negosiasi, dan bahwa kasus yang mulai disidangkan pada hari Senin itu “bertujuan untuk merugikan hak Israel untuk membela diri dari ancaman nyata.” [lt/ns]

[ad_2]

Berita Terkait

Kasus Siskaeee Dkk, Polda Metro Limpahkan Berkas 12 Orang Tersangka Produksi Film Porno ke Kejati DKI
Paus akan ke Indonesia, Singapura, Timor-Leste, Papua Nugini pada 2-13 September
Lindungi Remaja dan Lawan “Sextortion,” Instagram Buat Fitur Baru yang Kaburkan Konten “Telanjang”
Wadah Makanan Ramah Lingkungan Bantu Tekan Polusi Plastik
Gereja Katolik Portugal Setujui Kompensasi Korban Pelecehan Seksual
Protes di Swedia pasca Penembakan oleh Geng Remaja
Hidangan Lebaran di Turki yang Ramah Diabetes
Pelajar Polandia Senang ada Larangan PR Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 9 Juni 2024 - 11:47 WIB

Jaga Harga Wajar di Tingkat Konsumen, Pemerintah Resmi Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Beras

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:49 WIB

BI Rate Tetap 6,25 Persen untuk Perkuat Stabilitas dan Jaga Pertumbuhan Ekonomi dari Dampak Global

Kamis, 16 Mei 2024 - 07:23 WIB

Bapanas Intensifkan Pemantauan dan Intervensi Program untuk Jaga Stabilitas Pangan Jelang Iduladha

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 14 Mei 2024 - 09:18 WIB

Soal Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya, Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau

Selasa, 7 Mei 2024 - 16:17 WIB

Airlangga Sebut Perlunya Aksi Berbasis Solusi bagi Disrupsi Global di Pertemuan Tingkat Menteri OECD

Selasa, 30 April 2024 - 15:58 WIB

Mencapai Sebesar Rp43,2 Triliun, Realisasi Investasi Hilirisasi di Sektor Mineral pada Kuartal I 2024

Sabtu, 27 April 2024 - 13:17 WIB

Rp 2 Triliun untuk Non Infrastuktur Termasuk Promosi dan Sosialisasi, Realisasi Anggaran APBN IKN Rp4,3 triliun

Berita Terbaru